Air Tanah Berperan Penting Dalam Penyelamatan Danau Prioritas

Reading time: 3 menit
Peringatan Hari Air Sedunia mengingatkan kita betapa berharganya air dalam kehidupan. Foto: Shutterstock

Jakarta (Greeners) – Kondisi air tanah berkontribusi dalam upaya penyelamatan danau prioritas nasional. Penyelamatan 15 danau prioritas nasional ini salah satunya memastikan interaksi antara kualitas dan kuantitas air danau dan air tanah.

Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2021 membahas terkait penyelamatan 15 danau kritis di Indonesia. Sebanyak 15 danau tersebut yaitu Danau Toba di Sumatra Utara, Danau Maninjau dan Singkarak di Sumatra Barat, Danau Kerinci di Jambi, Rawa Danau di Banten, Danau Rawa Pening di Jawa Tengah.

Kemudian, Danau Poso di Sulawesi Tenggara, Danau Tondano di Sulawesi Utara, Danau Tempe dan Matano di Sulawesi Selatan. Selanjutnya, Danau Limboto di Gorontalo, Danau Mahakam di Kalimantan Timur, Danau Sentarum di Kalimantan Barat dan Danau Sentani di Papua.

Peringatan Hari Air Sedunia tahun 2022 bertema “Air Tanah – Membuat yang Tak Terlihat”. Tema ini memberi perhatian lebih pada sumber daya air yang tersembunyi, yakni air tanah. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil tema Hari Air Sedunia dengan lebih menekankan pada peran vital air tanah di dalam sistem air, industri, ekosistem, pertanian, serta adaptasi perubahan iklim.

Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Rachmat Fadjar Lubis berpandangan, kontribusi air tanah sangat luas. Pemakaian air tanah justru akan berdampak terhadap lingkungan. Penyedotan berlebihan air ini akan menyebabkan penurunan air tanah.

“Selama kurang lebih satu dasawarsa ini terjadi penurunan air tanah. Itu dari segi kuantitas, tak menutup kemungkinan dari segi kualitasnya,” katanya, dalam Webinar World Water Day 2022 dengan tema Membangun Kesadaran Generasi Muda Tentang Ketersediaan dan Kelestarian Air, di Jakarta, Selasa (22/3).

Keberadaan Air Tanah Tentukan Kualitas dan Kualitas Air Danau

Air tanah, sambung Rachmat juga berkontribusi besar untuk memastikan dalam upaya penyelamatan danau prioritas nasional. Utamanya karena kuantitas dan kualitas air di danau tersebut sangat bergantung pada air tanah di sekitarnya.

Tantangannya kemudian yaitu cara memastikan mengetahui interaksi antara air tanah dan air muka danau sesuai dengan karakteristik masing-masing danau melalui pengembangan riset dan teknologi.

Rachmat menyatakan, beberapa danau memiliki karakter khas tersendiri. Misalnya, Rawa Danau di Banten yang ketersediaan airnya bergantung pada curah hujan. Danau ini terlihat seperti danau pada umumnya dengan air yang melimpah pada musim hujan dan mengering saat memasuki musim kemarau.

Berbeda halnya dengan Danau Batur di Bali, sebuah danau kaldera gunung api yang lahir akibat letusan kedua Gunung Batur purba. Fluktuasi muka air maksimum Danau Batur karena adanya kenaikan tren muka air maksimum karena adanya fenomena proses geologi bawah permukaan.

Rachmat menyatakan, kuatnya curah hujan tak berdampak pada peningkatan muka air yang tinggi. Akan tetapi, akibat dari aktivitas tekto vulkanis kompleks Gunung Batur sehingga menyebabkan peningkatan muka air Danau Batur.

“Bahkan tak jarang mengalami banjir ke wilayah pertanian hingga danau dan fasilitas di sekitarnya,” ucap Rachmat.

Teknologi Mendukung Upaya Penyelamatan Danau Prioritas

Berdasarkan perbedaan spesifikasi dan ciri dari masing-masing danau kritis tersebut, Rachmat mengungkap pentingnya dalam pengembangan teknologi piranti lunak yang sesuai dengan ciri khas dari danau tersebut.

“Teknologi terbaru untuk mengukur kuantitas dan kualitas di antara keduanya (air tanah dan air danau) ini sangat penting. Tantangan kita yaitu bagaimana mengembangkan (piranti lunak) kita sendiri,” ujar dia.

Sementara Thoriqul Huda, perwakilan dari PT Hidronav Tehnikatama mengungkapkan, beberapa peralatan untuk monitoring dan peringatan dini menjadi sesuatu yang vital terutama untuk wilayah-wilayah yang sangat menggantungkan danau sebagai cadangan air. Misalnya, penggunaan batimetri untuk mengukur endapan ataupun sedimentasi danau yang berimbas pada kurangnya volume air danau.

Selain itu, pemasangan sensor water level menggunakan radar juga penting untuk memastikan peringatan dini terhadap antisipasi curah hujan tinggi dan menyebabkan air muka danau naik. Misalnya, curah hujan tinggi ditambah adanya tambahan air dari aktivitas tekto vulkanis bisa menyebabkan wilayah di sekitar Danau Batur banjir.

“Dari monitoring menggunakan radar itu lalu datanya bisa dikirimkan ke server selanjutnya sebagai warning atau peringatan dini di daerah-daerah sekitar. Bisa disimulasikan water balance-nya,” imbuh Thoriqul.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top
You cannot copy content of this page