Anugerah Biodiversity Award 2019 Kepada Ibu Negara RI ke-6 (Almarhumah) Ani Yudhoyono

Reading time: 2 menit
Anugerah Biodiversity Award 2019 Kepada Ibu Negara RI ke-6 (Almarhumah) Ani Yudhoyono
Anugerah Biodiversity Award 2019 Kepada Ibu Negara RI ke-6 (Almarhumah) Ani Yudhoyono. Foto: WWF Indonesia/Dissy Ekapramudita

Bogor (Greeners) – Pada momentum Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang jatuh setiap tanggal 5 November, Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) meluncurkan “Kick-off Penyusunan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI) dan Penganugerahan Biodiversity Award 2019 – Legacy in Biodiversity” bertempat di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor Jawa Barat pada Selasa 5 November 2019.

Biodiversity Award untuk pertama kalinya dianugerahkan kepada Ibu Negara Republik Indonesia (RI) ke-6, (almarhumah) Ani Yudhoyono atas dedikasinya mendokumentasikan keanekaragaman hayati di Indonesia dalam bentuk buku berjudul “3.500 Plant Species of The Botanic Gardens of Indonesia” dan “Koleksi Tanaman Herbalia Istana Cipanas”.

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Presiden RI ke-6 hadir menerima penghargaan ini, didampingi keluarga dan kerabat dekat Almarhumah. Turut hadir dalam acara, Walikota Bogor Bima Arya.

BACA JUGA : Konservasi Keanekaragaman Hayati Dalam Perspektif Agama Islam

SBY mengungkapkan bahwa saat ini manusia ditantang untuk melestarikan kehidupan dan sumber-sumber kehidupan masa depan, agar tidak sampai punah. “Kesalahan manusia beratus tahun lalu, mengakibatkan terjadinya perubahan iklim dan pemanasan global yang mengancam kehidupan masa depan, kehidupan anak cucu,” ujarnya saat menerima anugerah Biodiversity Award 2019 untuk almarhumah Ani Yudhoyono.

Dalam acara tersebut, SBY menceritakan kecintaan semasa hidup Ani Yudhoyono terhadap lingkungan. “Apa yang dilakukan almarhumah itu berangkat dari cinta, passion terhadap kehidupan, terhadap lingkungan, tanam-tanaman, bunga-bungaan, satwa dan kehidupan arti umum. Kami menanam pohon dan kami rawat baik, Juga almarhumah menanami cabe dan tomat. Semuanya itu sampai akhir hayatnya,” ungkap SBY.

Anugerah Biodiversity Award Kepada Ibu Negara RI ke-6 (Almarhumah) Ani Yudhoyono

SBY berfoto bersama Walikota Bima Arya (sebelah kanan SBY). Foto : www.greeners.co/Sarah R. Megumi

SBY juga bercerita bahwa kediamannya di Cikeas saat ini memiliki pekarangan seperti hutan yang indah dan lestari. “Sehingga kalau bapak ibu berkenan berkunjung ke CIkeas, pekarangan kami sekarang menjadi hutan. Hutan yang indah, hutan yang lestari, sejuk. Itu saya pribadi dengan almarhumah, mencari pohon sendiri, mencari tunas sendiri dan menanamnya. Sejak kelahiran cucu-cucu kami pun almrhumah selalu mengabadikan dengan cara menanam pohon dan memeliharannya hingga sekarang ini,” terangnya.

Menurut SBY tidaklah adil manusia hanya mementingkan diri sendiri, sampai harus merusak lingkungan dan ekosistem. Ia mengimbau agar masyarakat saat ini mulai mengubah pola pikir untuk bumi yang lebih baik.

BACA JUGA: KLHK: Keanekaragaman Hayati Penting untuk Sumber Pangan

“Iklim berubah, bumi makin panas, maka itu tidak adil (fair) dan bukan itu sebetulnya yang dikehendaki Sang Pencipta. Kita harus berubah dalam ideologI kita, dalam konsep besar kita, dalam mindset kita dan apa yang akan kita lakukan kedepan ini,” tambahnya.

Dalam penutupnya, SBY juga berpesan bahwa ia tidak pernah berhenti berdoa untuk Indonesia dan dunia agar semakin baik di masa depan. Menurutnya menjaga alam dan lingkungan adalah tugas yang mulia dan tidak mudah. Berkaca dari kerusakan yang terjadi pada ekosistem alam dan Bumi saat ini, yang tidak lain disebabkan oleh kesalahan dan kerakusan manusia.

“Berangkat barang kali dari ideologi dan konsep yang salah. Bapak sering mendengar berpuluh-puluh tahun, bertahun-tahun katanya pembangunan itu harus berorientasi apa yang diingkinkan manusia, what the people want, ternyata itu baru separuh benar. Seharusnya adalah not only what the people want, tetapi juga, what the earth want. Apa yang diinginkan manusia dan buminya, harus kita baca dalam satu nafas,” pungkas SBY.

Penulis: Sarah R. Megumi

Top