Aprindo Jelaskan Pengelolaan Rp200 dari Penerapan Kantong Plastik Tidak Gratis

Reading time: 2 menit
kantong plastik tidak gratis
Ilustrasi. Foto: pxhere.com

Jakarta (Greeners) – Setelah Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memberlakukan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) di lebih dari 30.000 toko di bawah naungan Aprindo, banyak masyarakat yang mempertanyakan Rp200 yang harus dibayarkan untuk setiap kantong plastik.

Ketua Tim Pokja Pengurangan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG), Yuvlinda Susanta mengatakan kalau pengelolaan uang tersebut diserahkan kepada masing-masing ritel. Aprindo hanya mengimbau kepada ritel-ritel yang berada di bawah naungan Aprindo untuk memberlakukan KPTG.

“Program keberlanjutan KPTG ini mempunyai dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi. Saya pun tidak mau terpaku kepada masalah ke mana perginya Rp200 ini tapi lebih melihat dampak positifnya ke lingkungan dan terbukti bisa mengurangi sampah yang signifikan. Lalu dari segi dampak sosial terjadi edukasi kepada masyarakat di mana masyarakat akan berpikir dua kali untuk menggunakan kantong belanja. Kemudian dari segi dampak ekonomi KPTG ini memberikan pendapatan negara karena ada pajak tambahan dari KPTG ini,” kata Yuvlinda usai acara Celebrate Our Victory Petisi #Pay4Plastic di Jakarta, Jumat (29/03/2019).

BACA JUGA: Petisi #Pay4Plastic Berhasil Dorong Kebijakan Pengurangan Sampah Kantong Plastik 

Yuvlinda yang juga menjabat sebagai Head of Corporate Affairs & Sustainability PT Lion Super Indo ini mengatakan dalam program KPTG ritel terlihat untung namun sebenarnya ritel juga mengeluarkan upaya dan biaya untuk menjalankan program ini. Ritel perlu melakukan pelatihan terhadap kru ritel atau kasir dan menyiapkan alternatif seperti menyediakan kardus gratis untuk menggantikan kantong belanja plastik sehingga pelanggan tidak merasa rugi atau kehilangan uang Rp200 itu.

“Jadi bisa disimpulkan ke mana perginya uang Rp200 itu adalah untuk mengembangkan program KPTG ini walaupun memang tidak di semua ritel karena itu tergantung ketentuan ritel sendiri. Seperti contohnya di Super Indo, kami memiliki program insentif untuk pelanggan, memberikan cashback jika membawa kantong belanja sendiri, dan menyiapkan kardus gratis. Jadi banyak program-program alternatif yang berjalan di ritel-ritel dengan memanfaatkan Rp200 itu,” katanya.

BACA JUGA: Aprindo Berinisiatif Memberlakukan Kantong Plastik Berbayar 

Selain Super Indo, jaringan ritel Alfamart juga memiliki program kampanye di sosial media dengan konten-konten video edukasi yang berkaitan dengan kantong plastik.

“Di Alfamart kegiatan promosi kita lepas kepada masing-masing Alfamart tapi saat ini programnya lebih kepada edukasi untuk crew store agar lebih paham pada KPTG ini sehingga bisa menyampaikan dan menjelaskan kepada konsumen,” ujar Corporate Communication GM Alfamart Nur Rachman.

Rachman juga mengatakan bahwa Alfamart yang berada di wilayah atau daerah yang sudah memiliki peraturan pengurangan kantong plastik seperti Banjarmasin dan Balikpapan mengikuti kebijakan pemda dan tidak lagi mengikuti imbauan dari Aprindo.

Penulis: Dewi Purningsih

Top