BPOM dan Polri Pastikan Tidak Ada Beras Plastik

Reading time: 1 menit
Ilustrasi: Ist.

Jakarta (Greeners) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya menyatakan bahwa hasil uji laboratorium terhadap sampel beras plastik atau yang diduga mengandung bahan sintetis yang diambil dari sampel yang masih tersisa di Sucofindo dan sampel yang diambil dari toko yang dilaporkan menjual beras plastik adalah negatif.

Berdasarkan hasil tes tersebut, Kepala BPOM Roy Alexander Sparringa mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan meminta masyarakat agar melaporkan ke polisi jika memang menemukan kejadian yang serupa.

“Sampai saat ini belum ada lagi kasus beras plastik yang dilaporkan kepada pihak kepolisian atau BPOM. Namun, jika ternyata nanti ada lagi laporan beras plastik, kami akan langsung tindak lanjuti,” ujarnya saat dihubungi oleh Greeners, Jakarta, Rabu (27/05).

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Manshuri mengajak masyarakat untuk menjadikan isu beras plastik yang diduga berasal dari Tiongkok ini sebagai momentum untuk kembali mengonsumsi beras lokal.

“Ini sebenarnya bisa juga jadi momentum karena beras yang diduga plastik itu kan dari impor. Masyarakat seharusnya bisa lebih jeli melihat kalau beras lokal kita juga memiliki kualitas yang baik,” tambahnya.

Sebagai informasi, kemarin, Selasa (26/05), pemerintah dan Polri akhirnya mengumumkan hasil penelitian atas sampel beras sintetis. Berdasarkan uji atas sampel beras yang dilakukan BPOM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Pusat Laboratorium Forensik Polri, ternyata tidak ditemukan beras yang bercampur plastik.

Untuk mempertegas hasil uji laboratorium itu, Polri bersama Menteri Perdagangan Rachmat Gobel telah meminta sampel yang masih tersisa di Sucofindo untuk diperiksa lagi di laboratorium BPOM dan Puslabfor Polri. Sebab sebelumnya, penelitian Sucofindo menunjukkan adanya kandungan sintetis dalam beras yang diuji. Namun, dari pemeriksaan ulang ternyata tidak ditemukan kandungan sintetis.

Penulis: Danny Kosasih

Top