BRIN Siap Teliti Penyebab Hepatitis Akut Misterius

Reading time: 2 menit
BRIN akan berkolaborasi meneliti penyebab hepatitis misterius yang menyerang anak-anak di berbagai belahan dunia. Foto: Shutterstock

Jakarta (Greeners) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan mengandeng sejumlah stakeholder terkait untuk terlibat meneliti penyebab hepatitis akut misterius. Ancaman penyakit yang mengancam anak-anak ini menjadi kecemasan dunia termasuk juga Indonesia.

Kepala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis BRIN, Harimat Hendarwan menyatakan, sampai saat ini belum diketahui dengan pasti penyebab dari hepatitis akut. Akan tetapi, salah satu hipotesis yang sedang peneliti telusuri adalah adanya keterkaitan antara adenovirus dengan kejadian ini.

Adenovirus merupakan jenis virus yang dapat menyebabkan sakit dari ringan sampai berat (severe). Secara umum dikenal sebagai patogen yang biasanya menyebabkan infeksi yang self-limited.

“Adenovirus menyebar dari orang ke orang dan lebih umum menyebabkan penyakit saluran pernafasan. Walaupun tergantung pada jenisnya, dapat juga menyebabkan penyakit lain seperti gastroenteritis (peradangan pada lambung atau usus halus), konjungtivitis (mata merah), sistitis (infeksi kandung kemih) dan bisa juga menyebabkan gangguan saraf (neurological disease),” katanya dalam Sapa Media BRIN bertajuk “Mengenal Lebih Jauh Hepatitis Akut”, baru-baru ini.

Hingga 10 Mei 2022, setidaknya telah muncul sebanyak 348 kasus probable hepatitis akut unknown origin yang 20 negara laporkan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya ini.

Penyebaran virus ini juga terjadi di Indonesia, hingga 30 April 2022 telah tercatat 15 kasus diduga terjangkit hepatitis akut. Hingga pada 9 Mei 2022, terdapat 5 kasus kematian karena dugaan akibat hepatitis akut.

Beberapa negara yang juga melaporkan kejadian dugaan hepatitis akut misterius ini antara lain Jepang, Kanada, Singapura dan Indonesia.

Waspadai Pola Penularan Penyakit

Harimat juga menyatakan, adenovirus sering menular dari orang ke orang dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi, melalui jalur respirasi.

“Berdasarkan hal tersebut, maka cara yang efektif untuk meminimalisir penyebaran adenovirus adalah mempraktekan higiene tangan dan respirasi, serta melakukan edukasi mencuci tangan pada anak,” paparnya.

Selain itu perlu menjaga jarak dengan orang sakit batuk dan bersin, serta mengajarkan anak cara batuk dan bersin yang benar. Anak-anak yang sedang sakit sebaiknya tinggal di rumah sampai gejalanya hilang dan sehat untuk bisa kembali ke sekolah.

Selama ini, sambung dia terdapat lima jenis virus hepatitis utama yakni tipe A, B, C, D dan E. Kelima jenis virus ini mendapat perhatian besar karena berpengaruh terhadap beban penyakit dan kematian.

Peneliti Kelompok Riset Hepatitis, Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman, Korri El Khobar menjelaskan, deteksi virus penyebab hepatitis dapat dilakukan secara serologi dan molekuler.

“Deteksi serologi dilakukan untuk menentukan apakah seseorang telah atau pernah terinfeksi dengan cara mendeteksi antibodi spesifik terhadap virus,” kata Korri.

Menurut Korri, deteksi molekuler ini untuk mengkonfirmasi diagnosis infeksi virus dengan cara mendeteksi materi genetik virus. Hasil positif dari deteksi molekuler dapat dilanjutkan dengan proses sequencing untuk mendapatkan sekuens virus tersebut.

Butuh Penelitian Lanjutan dan Cepat Terkait Hepatitis Akut Misterius

Peneliti Pusat Riset Biomedis Fitriana mengatakan, penegakan diagnosis hepatitis akut unknown hendaknya dilakukan secara seksama dengan mempertimbangkan penyebabnya.

“Pemeriksaan biokimia akan memberi andil dalam penelusuran etiologi dan mengubah unknown menjadi known,” imbuhnya.

Kepala Organisasi Riset Kesehatan, Ni Luh P. Indi Dharmayanti memastikan BRIN akan berkolaborasi dengan stakeholder terkait, seperti Kemenkes, perguruan tinggi dan lembaga riset lain untuk merespons kejadian ini.

BRIN akan menganalisis molekuler dan diversitas genetik penyebab hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya. Selain itu whole genome sequencing for understanding Hepatitis Acute epidemiology and phenotypes, metagenomics pada darah dan jaringan serta pengembangan perangkat diagnostik.

Selain itu, juga riset deteksi dini dan respons cepat terhadap penyakit hepatik akut. Kemudian eksplorasi dan pengembangan bahan baku obat dan obat tradisional untuk hepatoprotektor. Hingga riset untuk menghambat replikasi virus.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top

You cannot copy content of this page