Hidup Selaras dengan Alam Kunci Pencegahan Penyakit Menular

Reading time: 2 menit
Menyelaraskan hidup dengan alam, menjadi salah satu cara mencegah kemunculan penyakit menular. Foto: Freeepik

Jakarta (Greeners) – Berbagai penyakit menular yang hingga kini terjadi menandakan ada perilaku yang keliru antara manusia dengan hewan dan alam sekitarnya. Keseimbangan hidup antara manusia, hewan, lingkungan dan semesta melalui one health harus menjadi pilihan terbaik.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan IPB University Prof. Srihadi Agungpriyono mengatakan, kolaborasi antar disiplin ilmu dalam konsep one health menjadi kunci penting dalam mengantisipasi sebaran penyakit penular. Penyakit ini bisa menular antarmanusia maupun dari hewan ke manusia.

“Keseimbangan antara manusia, hewan, lingkungan dan semesta menjadi faktor utama dalam menciptakan kesehatan masyarakat sebuah negara bahkan dunia atau global health,” katanya kepada Greeners, di Jakarta, Selasa (29/12).

Menurutnya, secara umum dalam satu kesatuan kehidupan, ada manusia, hewan, tumbuhan dengan lingkungannya termasuk semesta. Dalam kehidupan normal harus saling mendukung satu sama lain. Keseimbangan ekosistem itu menjadi hal yang sangat penting.

“Jika terjadi gangguan terhadap salah satu komponen ini tentu akan berpengaruh pada yang lainnya. Seperti banjir akan berpengaruh pada manusia, pada hewan, sebaliknya juga begitu. Misalnya manusia membuka hutan, tentunya mengurangi populasi pohon, membuang pestisida dan sebagainya tentu dalam tanda kutip akan mengubah kondisi alam,” paparnya.

Pada awalnya, kata Srihadi, ilmuwan berkembang dengan ego keilmuannya masing-masing. Meski sama-sama memiliki tujuan kehidupan yang lebih baik. Namun secara tidak sadar para ahli telah melakukan aksi-aksi tanpa ada saling kontrol dari bidang keilmuan lainnya.

Di era globalisasi, lalu lintas manusia, hewan hingga barang dengan mudah keluar masuk ke setiap negara. Kondisi itu, secara tidak langsung membuka lalu lintas penyakit menular. Penyebarannya bisa melalui manusia ataupun hewan seperti SARS, MERS, H1N1 dan Covid-19.

Tanpa One Health, Penyakit Menular dan Pandemi Akan Berulang

Srihadi meyakini akan ada penyakit menular lain dan bisa menjadi pandemi seperti yang terjadi sekarang. Namun hal itu tentunya bisa diantisipasi dengan kolaborasi dengan berbagai ilmu. Semua negara pun harus mengimplementasikan one health.

“Penyakit seperti ini (penyakit menular, virus dan lain-lain) tidak akan berhenti hanya sampai saat ini. Pasti akan ada lagi dan lagi di kemudian hari. Tidak bisa dokter yang berperang sendiri,” imbuhnya.

Ia mencontohkan, ketika ada upaya untuk menangani penularan penyakit dari hewan ke manusia, ada sebagian kelompok yang menganggap hewan tersebut bagian dari keluarganya. “Maka di sini terus dengungkan konsep one health,” imbuhnya.

Menurutnya, one health ini bukan hal baru. Sejak zaman dahulu banyak yang ingin pemecahan masalah tidak lagi terpilah. Sejak marak penularan SARS, MERS, flu babi, flu burung dan lain-lain sampai saat ini Covid-19, Perserikatan Bangsa-Bangsa memformalkan istilah itu.

Oleh sebab itu, semua negara harus mengimplementasikan konsep one health jika ingin dunia kembali sehat. “Maka global health atau one health menjadi satu kebijakan sebagai gerakan bersama-sama,” ucapnya.

Semua negara harus melakukan konsep one health. Hal ini dapat mencegah terulangnya pandemi. Foto: Shutterstock

One Health Juga Menempatkan Pentingnya Menjaga Lingkungan

Dalam dunia pendidikan, lanjut Srihadi, sudah saatnya one health dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan. Agar setiap peserta didik kelak berkolaborasi dalam penanganan masalah.

“Jadi bagaimana agar one health ini bisa diaplikasikan, masukan one health ini ke dalam kurikulum,” katanya.

Srihadi juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan planet atau planetary health. Kebocoran ozon karena kerusakan lingkungan memiliki dampak pada kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan.

Oleh sebab itu, konsep planetary health perlu masuk pula pada kurikulum kedokteran. Jika lingkungan berubah bisa terjadi mutasi virus hingga kematian hewan.

Penulis : Sol

Top
You cannot copy content of this page