Kamera Jebak Rekam Seekor Badak Jawa, Diduga Anakan Baru

Reading time: 2 menit
Kamera jebak berhasil merekam satu individu baru badak jawa (Rhinoceros sondaicus). Foto: BTN Ujung Kulon
Kamera jebak berhasil merekam satu individu baru badak jawa (Rhinoceros sondaicus). Foto: BTN Ujung Kulon

Jakarta (Greeners) – Kamera jebak berhasil merekam satu individu baru badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Kamera jebak tersebut merekam induk dan anak satwa tersebut yang diduga merupakan anakan baru. Tercatat satwa tersebut tertangkap kamera jebak pada 4 Maret 2024 pukul 11.49 WIB.

Kepastian adanya anakan baru badak jawa berdasarkan hasil dari Monitoring Badak Jawa (MBJ) pada bulan Februari- April 2024. Kemudian, para ahli identifikasi individu badak jawa beserta anggota dari para mitra dan akademisi menindaklanjuti temuan tersebut dengan analisis fisik.

Hasil identifikasi tim mengungkapkan bahwa perkiraan usia satwa tersebut antara tiga sampai dengan lima bulan. Untuk sementara ini, mereka memberikan identitas ID.093.2024. Jenis kelamin belum teridentifikasi karena posisi badan bagian belakang tidak berada tepat di depan kamera jebak.

Belum ada ciri khusus atau cacat yang  terlihat dari penampakan badan satwa tersebut. Sehingga, bisa dikategorikan mulus atau normal.

BACA JUGA: Anak Badak Sumatra Lahir di TNWK, Tanda Ekosistem Membaik

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekositem (KSDAE) Satyawan Pudyatmoko menyampaikan rasa gembira atas temuan anak badak tersebut. Ia menyatakan pihaknya akan terus memantau perkembangannya.

“Ahamdullilah, ini merupakan berita gembira dan membuktikan bahwa badak jawa di dunia yang hanya ada di Ujung Kulon dapat berkembang dengan baik dan lestari,” ungkap Satyawan lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (6/4).

Keberhasilan ini tidak terlepas dari pembaharuan metode pemasangan kamera jebak dengan metode sistematik sampling (cluster). Kegiatan monitoring terlaksana pada Februari-April 2024 dan berhasil memasang sebanyak 126 unit kamera jebak.

Kamera jebak berhasil merekam satu individu baru Rhinoceros sondaicus. Foto: BTN Ujung Kulon

Kamera jebak berhasil merekam satu individu baru Rhinoceros sondaicus. Foto: TN Ujung Kulon

Rekaman Anak Badak Jawa Temuan Susulan

Hasil identifikasi sang induk menunjukkan dia memiliki cula batok yang cukup jelas. Bagian kepala tidak terlihat jelas sehingga ciri-ciri yang ada pada wajah tidak teridentifikasi. Telinga kanan dan kiri normal (tidak memiliki bekas luka atau cacat).

Selanjutnya, gelambir bagian kiri sinambung dan bagian kanan tidak terlihat serta ekornya normal. Meski begitu, belum teridentifikasi dengan jelas nama dan ID badak induk karena posisi badak yang terlalu dekat dengan kamera jebak.

Rekaman satwa ini merupakan temuan susulan. Sebelumnya, pada tahun 2022 dan 2023 dua anak badak jawa juga berhasil terekam kamera di TNUK dengan ID.091.2022 (betina) dan ID.092.2023 (betina).

BACA JUGA: Badak Sumatra, Badak Terkecil yang Tubuhnya Berambut

Terekamnya satu individu anak badak jawa baru di tahun 2024 ini merupakan hasil usaha tim monitoring yang bergerak tanpa mengenal lelah. Selain itu, terdapat penerapan kebijakan Fully Protected Area di wilayah semenanjung ujung kulon.

“Kita tidak boleh terlena dengan kegembiraan temuan kelahiran ini. Meskipun badak jawa dapat berkembang biak, bukan berarti habitat dan individunya aman dari berbagai gangguan. Aktivitas perburuan, predator (ajag atau anjing hutan), penyakit, potensi inbreeding depression, dan bencana alam masih mengancam keberadaan dan kelestarian satwa tersebut,” tambah Satyawan.

Oleh karena itu, semua pihak harus membantu dalam upaya pelestarian badak jawa. Masyarakat tidak boleh lengah dan selalu mengantisipasi terhadap setiap ancaman yang mungkin akan terjadi.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top