Karangwaru Riverside Ruang Publik Anyar di Yogya

Reading time: 2 menit

Yogya (Greenersmagz) – Ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Yogyakarta bertambah. RTH yang telah rampung dibangun ini terdapat di Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo. RTH wilayah Yogya utara itu digagas di sepanjang sungai Buntung ditengah permukiman supaya kawasan lebih bersih dan sehat.

RTH dengan sebutan Karangwaru Riverside Sae Saestu dibangun lengkap dengan fasilitas pendukung untuk pejalan kaki dan tempat duduk bagi yang bersinggah. Kawasan publik itu mendapat perhatian khusus karena dibangun dan dikelola komunitas masyarakat.

Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat Tridaya Waru Mandiri Sugito menyatakan, kawasan publik tersebut merupakan bagian Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK). Penataan bantaran sungai Buntung menjadi salah satu fokusnya.

“Penataan sebagai awal pembangunan. Kedepan, diharapkan kawasan bisa menyeimbangkan ekologi di sekitar kali Buntung,” jelasnya kepada Greenersmagz, Minggu (26/8).

Menurut Sugito, ekologi di sekitar sungai Buntung telah mengalami kerusakan. Kerusakan terjadi karena pembungan sampah dan limbah rumah tangga ke sungai. Akibatnya, terjadi pendangkalan dan penyempitan pada sungai yang berhulu di Kali Winongo itu.

Lewat kawasan terbuka hijau, diharapkan pola hidup sehat warga kembali terbangun. Riverside juga disasar untuk mengembangkan berbagai potensi masyarakat. Pasalnya, lokasi memungkinkan pengembangan berbagai potensi seperti halnya kuliner dan kegiatan seni budaya.

“Potensi warga itu bisa disalurkan karena ada ruang yang bisa dimanfaatkan untuk pementasan budaya, dan aktivitas perekonomian,” tuturnya. Namun, segi pariwisata merupakan potensi yang paling utama untuk dikembangkan. Terlebih, sungai Buntung memiliki berbagai daya tarik yang sudah berkembang dengan baik seperti kuliner dan pemandangan alam sekitar.

Terpisah, Camat Tegalrejo, Maryustion Tonang mengatakan, Riverside Sae Saestu merupakan prioritas pertama dari pengembangan kawasan prioritas. Pembangunan kawasan permukiman tepi sungai Buntung tidak sebatas pengelolaan kawasan baru.

Beberapa perbaikan sarana publik juga dilakukan seperti drainase, jalan untuk pedestrian, tanaman, dan penyediaan bak sampah. “Harapan awalnya memang mengubah wajah kali Buntung yang kotor menjadi kali yang bersih, sehat, dan tempat yang menarik,” jelas Maryustion.

Kedepan, revitalisasi kawasan sungai terus diupayakan dengan perubahan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih. Sementara, sesuai visi dan misi pembangunan kawasan, Karangwaru Riverside berusaha mudah diakses dengan perwujudan kawasan permukiman yang hijau, asri, dan produktif. (G18)

Top
You cannot copy content of this page