Kemensos Salurkan Bantuan Bencana Longsor Ponorogo Rp 1,34 miliar

Reading time: 3 menit
longsor ponorogo
Bencana longsor terjadi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Sabtu (01/04/2017) pagi. Foto: greeners.co/Muhajir Arifin

Ponorogo (Greeners) – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan untuk bencana longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, senilai Rp1,34 miliar. Kemensos mengimbau, pendirian dapur umum untuk logistik korban terdampak diprioritaskan.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, saat datang ke lokasi bencana pada Minggu, 2 April 2017, menjamin ketersediaan logistik dan dapur umum untuk para korban tanah longsor di Dusun Tangkil tersebut.

“Bantuan Kemensos yang disalurkan untuk korban bencana alam di Ponorogo senilai Rp 1,34 Miliar, dengan rincian Rp 832 juta berupa bantuan logistik terdiri dari paket lauk-pauk, peralatan keluarga, tempat makanan, selimut, matras, tenda gulung, tenda keluarga dan sandang paket,” kata Khofifah di lokasi bencana.

BACA JUGA: Longsor di Ponorogo, 28 Orang Tertimbun dan 2 Ditemukan Meninggal

Selain logistik, bantuan juga diberikan dalam bentuk santunan kepada ahli waris baik yang meninggal atau masih hilang. Satunan yang diberikan masing-masing Rp15 juta dan maksimal Rp 5 juta untuk korban luka.

“Jadi sesuai dengan rencana aksi nasional penanggulangan bencana, Kemensos itu klusternya pada saat tanggap darurat, utamanya pada penyiapan logistik dan dapur umum,” tambahnya.

Jaminan hidup bagi warga korban longsor juga akan diberikan dengan nominal Rp900 ribu per orang. Bantuan jaminan hidup akan diberikan untuk para korban yang sudah di tetapkan oleh bupati melalui surat keputusan (SK). Bantuan ini bisa dicairkan setelah Tanggap Darurat 14 hari selesai.

longsor ponorogo

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kemeja putih), mendatangi lokasi bencana longsor pada Minggu (02/04/2017). Ia juga memberikan bantuan senilai Rp1,34 miliar. Foto: greeners.co/Muhajir Arifin

Selain itu, Mensos juga mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo segera menerbitkan SK Darurat untuk pencairan kebutuhan pokok warga terdampak.

“SK dibutuhkan sehingga cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 100 ton bisa segera dicairkan. Bahkan apabila masih terjadi kekurangan akan mendapatkan suntikan dari CBP provinsi maupun Kemensos,” tandasnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta tindakan evakuasi penanganan korban longsor diprioritaskan mengingat masih ada 26 jiwa yang tertimbun longsor.

“Prosesnya dipastikan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, tetapi harus dilakukan secepat mungkin. Saya juga mengimbau agar warga tidak mendekat selama proses evakuasi,” kata Saifullah Yusuf.

BACA JUGA: 654 Bencana Terjadi Hanya Dalam Waktu Dua Bulan

Posko bersama tanggap darurat bencana longsor telah mengeluarkan data resmi korban-korban yang dinyatakan hilang. Komandan Tim Basarnas Yoni Fareza, pada Minggu, mengatakan, sesuai data resmi posko tanggap darurat, jumlah warga yang terdampak longsor mencapai 128 jiwa.

Dari jumlah tersebut 100 jiwa dinyatakan selamat dan 28 sisanya masih dinyatakan hilang. Dari 28 jiwa, pencarian yang dilakukan tim gabungan berhasil menemukan 2 jiwa meninggal dunia.

Nama korban hilang:
1. Litkusnin (L) 60 tahun
2. Bibit, (P) 55 tahun
3. Fitasari, (P) 28 tahun
4. Arda, (L) 5 tahun
5. Janti, (P) 50 tahun
6. Mujirah (P) 50 tahun
7. Purnomo, (L) 26 tahun
8. Suyati, (P) 40 tahun
9. Poniran, (L) 45 tahun
10. Prapti, (P) 35 tahun
11. Cikrak, (P) 60 tahun
12. Misri, (P) 27 tahun
13. Anaknya misri, (P) 3 tahun
14. Sunadi, (L) 47 tahun
15. Katemi, (P) 70 tahun
16. Iwan, (L) 30 tahun
17. Katemun, (L) 55 tahun
18. Pujianto, (L) 47 tahun
19. Siyam (P) 40 tahun
20. Nuryono, (L) 17 tahun
21. Menik, (L) 45 tahun
22. Kateno, (L) 55 tahun
23. Muklas, (L) 48 tahun
24. Jadi, (L) 40 tahun
25. Suyono, (L) 35 tahun
26. Suroso, (L) 35 tahun
27. Tolu, (L) 47 tahun
28. Situn, (P) 45 tahun

“Ini adalah data terakhir yang kami dapatkan, semoga bisa menjawab kesimpangsiuran jumlah warga yang menjadi korban,” kata Yoni Fareza.

Penulis: MA/G12

Top
You cannot copy content of this page