Longsor Banjarnegara, 69 Orang Masih Dalam Pencarian

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: Ist.

Jakarta (Greeners) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa berdasarkan pendataan sementara, telah ditemukan 39 jenazah korban longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, JawaTengah. Selain itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui pesan singkatnya menyatakan ada belasan orang yang mengalami luka berat dan 69 orang masih dalam pencarian.

“39 orang ditemukan tewas, 11 orang luka berat, 4 orang luka ringan dan 69 orang masih dicari. Lalu untuk yang mengungsi ada 577 jiwa yang terdapat di 10 titik pengungsian,” jelas Sutopo, Jakarta, Senin (15/12).

Sutopo juga menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan penelitian kondisi tanah oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mencari tempat yang aman yang akan digunakan sebagai tempat relokasi.

Saat ini, lanjutnya, lebih dari 2.000 personil dari tim gabungan melakukan pencarian korban di bagian atas dan bawah lokasi longsor. Kementerian Pekerjaan Umum, tambahnya, mengerahkan 10 alat berat dan 7 dump truck untuk membantu melakukan evakuasi. Sedangkan Polri mengerahkan anjing pelacak untuk pencarian korban.

“Untuk kerusakan akibat longsor di Karangkobar, data sementara rumah yang rusak berat/hilang tertimbun longsor sebanyak 35 unit, lalu 1 unit masjid hilang, sungai tertutup longsoran sepanjang 1 km, sawah rusak seluas 8 ha, juga kebun palawija 5 ha dan sejumlah hewan ternak ikut jadi korban,” tambahnya.

Sebagai informasi, pada Jumat (12/12) lalu, bencana tanah longsor melanda Dusun Jemblung, Banjarnegara sekitar pukul 17.30 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, ada 40 rumah yang dihuni oleh 300 jiwa dari 53 kepala keluarga tertimbun longsor. Warga Dusun Jemblung RT 05 RW 01 yang tertimpa longsor diperkirakan sekitar 100 orang, sedangkan warga lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Selain Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Kepala BNPB Syamsul Maarif, Presiden Joko Widodo bersama Ny Iriana Widodo juga telah meninjau lokasi bencana dan korban yang berada di pos pengungsian di Desa Ambal kemarin, Minggu (14/12).

Menurut data terbaru dari BNPB, hingga pagi ini (15/12), sudah 39 korban meninggal yang ditemukan dan 69 orang masih dinyatakan hilang. Atas musibah ini, Kecamatan Karangkobar diberi status tanggap darurat hingga tanggal 19 Desember 2014 mendatang.

(G09)

Top

You cannot copy content of this page