Pemerintah Komitmen Dukung Pengembangan Energi Terbarukan

Reading time: 2 menit
Foto: greeners.co

Jakarta (Greeners) – Pemerintah menyatakan komitmennya terhadap pengembangan energi baru terbarukan. Hal ini dinyatakan oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE), Rida Mulyana di Jakarta, pada Minggu (26/4).

Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) mutlak harus dilakukan karena Indonesia tidak dapat terus mengandalkan sumber-sumber energi yang berasal dari fosil. “Kita sadar bahwa energi dari fosil lambat laun akan habis”, kata Rida dalam diskusi “Roadmap Pembangunan Listrik Energi Baru” di Jakarta.

Dalam menjalankan komitmen ini, pemerintah telah menyiapkan roadmap pembangunan energi baru terbarukan sejak tahun 2014 lalu. Komitmen dan roadmap ini juga terkait dengan pemenuhan pembangkit listrik 35.000 MW. Pengembangan EBT ini juga telah sesuai dengan UU No. 30 Tahun 2007 tentang energi.

Rida juga menyebutkan bahwa telah dilakukan kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dalam pengembangan EBT ini. Ia menyontohkan dalam pengadaan geothermal yang di kawasan hutan. Dalam pengadaan geothermal tersebut, harus jelas batas-batas domain dari kementerian terkait.

“Jadi memang harus bersinergi. Siapa yang mengurus hutan, biar geothermal beres”, tegas Rida.

Sementera itu, Tri Mumpuni, pegiat listrik ramah lingkungan, mengatakan, pembangunan infrastruktur energi terbarukan mutlak diperlukan karena adanya ancaman krisis energi yang menghantui Indonesia. Selain itu, semua sumber energi terbarukan ada di Indonesia.

Sumber-sumber energi terbarukan potensial yang dimiliki Indonesia antara lain air, geothermal (panas bumi) dan biofuel (bahan bakar ramah lingkungan). Dengan sumber yang melimpah, Indonesia tentunya tidak perlu takut terhadap ancaman krisis energi. “Indonesia bisa menjadi Timur Tengahnya biofuel kalau kita mau serius”, tegas Puni.

Di tempat yang sama, pengamat kebijakan energi, Agus Pambagio menyatakan bahwa negara harus memiliki peran krusial dalam membuat kebijakan yang berkaitan dengan energi. Mengenai pemberdayaan energi, Agus juga menghimbau agar pemerintah memperhatikan generasi mendatang.

Ia menyontohkan Selandia Baru yang mengurangi porsi pemasukan dari sektor tambang dengan menutup tambang emas karena tidak ingin kekayaan alam tersebut tidak dirasakan oleh generasi selanjutnya. “Penguasa harus berpikiran luas, karena bukan hanya dia yang menikmati, tapi anak cucu nanti”, katanya.

Penulis: G09

Top