TRIUMPH LIPI Gali Potensi Arus Lintas Laut Dalam Indonesia

Reading time: 2 menit
Pelepasan Tim Penelitian TRIUMPH LIPI
Pelepasan Tim Penelitian TRIUMPH LIPI, di Jakarta, Senin, 18 November 2019. Foto: Tim Humas LIPI

Jakarta (Greeners) – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali meneliti potensi arus lalu lintas lewat laut dalam Indonesia. Tahun 2018, LIPI meluncurkan Transport Sea, Upwelling and Mixing Physics (TRIUMPH) yang berfokus pada peningkatan arus lintas Indonesia (Arlindo). Kini TRIUMPH akan menggali interaksi samudra dan atmosfer yang mempengaruhi pola cuaca dan iklim di Indonesia.

“Hasil riset berupa data dan informasi yang terekam berguna sebagai penyusun strategi dan mitigasi perubahan iklim,” kata Nugroho Dwi Hananto, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI, di Jakarta, Senin, (18/11).

BACA JUGA : Tantangan Membumikan Pangan Laut Indonesia

Menurut Nugroho, selain berfungsi menguak potensi arus lintas Indonesia, TRIUMPH LIPI juga meneliti potensi keanekaragaman hayati laut dalam Indonesia. Kelimpahan plankton di sekitar lokasi penelitian, misalnya, berguna untuk mengetahui seberapa produktif perairan Samudera Hindia selatan Jawa dengan potensi perikanan yang ada.

Penelitian itu akan berlangsung dalam dua tahap, pertama melalui rute perairan Teluk Jakarta, Selat Sunda, perairan selatan Jawa dan berlabuh di Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur. Selanjutnya diteruskan menuju Selat Makassar dengan rute Selat Bali – Selat Bandung – Selat Lombok – Selat Asia – Selat Makassar lalu kembali menuju pelabuhan Muara baru, Jakarta Utara. Selama periode 5 hingga 24 Desember 2019, para peneliti akan mengakuisisi data oseanografi dan sampah laut di Indonesia.

Beberapa waktu sebelumnya,  LIPI pernah menyatakan bahwa potensi kekayaan laut di Indonesia jika dikonversikan dalam rupiah mencapai Rp1.772 triliun. Potensi itu didapatkan dari luas laut Indonesia sebesar 6,3 juta kilometer persegi dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) senilai 2,7 juta kilometer persegi dengan garis panjang pantai mencapai 99 ribu kilometer dan potensi massa air sejumlah 9 miliar ton air.

BACA JUGA: LIPI: Potensi Kekayaan Laut Indonesia Senilai Rp1.772 Triliun

Salah satu peneliti pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Puji Rahmad, mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki ekosistem laut yang sangat luar biasa. Pertama, dari sumber daya air yang menghasilkan fungsi secara langsung dan tidak langsung. Kedua, sumber daya ikan mencapai 12,5 juta ton. Ketiga, terumbu karang 25 ribu kilometer persegi. Keempat, mangrove 32,4 ribu kilometer persegi. Kelima, padang lamun seluas 2,9 ribu kilometer persegi, dan biota lain yang sangat variatif lainnya.

Puji menjelaskan bahwa fungsi dari sumber daya air laut secara tidak langsung memiliki arti bahwa laut sebagai penyerap karbon, sumber pangan alternatif dan obat, serta tambang dan bioprospeksi kelautan. Sementara air laut secara langsung memiliki dan menghasilkan sebuah nilai. Diantaranya, Indonesia memiliki arus arlindo yang menjadikannya kaya akan keanekaragaman hayati (kehati), letak yang stategis sebagai penghubung Samudera Pasifik dan Samudera Hindia menjadikan laut Indonesia lalu lintas perjalanan internasional.

Penulis: Ridho Pambudi

Top