Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

Reading time: 1 menit
angin kencang
Ilustrasi: greeners.co

Jakarta (Greeners) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi indikasi potensi hujan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang masih akan terjadi sampai 8 Desember 2016. Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan bahwa indikasi tersebut akan terjadi di sejumlah kawasan di Indonesia.

Wilayah dengan potensi hujan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimatan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Bali, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Terkait angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Jakarta yang terjadi kemarin, Senin (05/12), Harry mengatakan, “Hal tersebut terjadi karena adanya sirkulasi pusaran angin (pusat tekanan rendah) di perairan utara Aceh dan Samudera Hindia di sisi selatan Bali.”

BACA JUGA: Puncak Musim Hujan Diprediksi Meningkatkan Bencana Hidrometeorologi

Sementara itu sirkulasi angin tertutup terjadi di wilayah perairan Sulawesi Utara bagian utara dan perairan utara Papua Barat. Terdapat dorongan massa udara dingin dan kering dari Asia Tengah yang terpantau mulai masuk menuju ke wilayah Indonesia sebelah utara. Hal ini, terang Harry, memengaruhi pola cuaca di wilayah Indonesia.

Kondisi ini, lanjut Harry, membentuk daerah belokan, perlambatan, dan pertemuan (konvergensi) angin di sejumlah wilayah seperti Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Gorontalo, Sulawesi, Papua Barat, dan Papua bagian Tengah serta Selatan.

BACA JUGA: Banjir Jawa Barat Bukan Karena Curah Hujan yang Tinggi

Dia menjelaskan di dalam aliran tersebut terdapat udara dingin dan kering dari Australia bagian timur yang terpantau sedang masuk ke wilayah Samudera Hindia sebelah selatan Sumatera hingga NTB.

“Termasuk ke Laut Arafura dan Teluk Carpentaria. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

Top