Armillaria Mellea, Spesies Jamur yang Bikin Jengkel Pekebun

Reading time: 3 menit
Jamur Armillaria Mellea
Fungi ini mampu menghambat pertumbuhan tanaman atau awam kenal sebagai busuk akar. Foto: Shutterstock

Armillaria mellea merupakan sejenis jamur madu (Armillaria) yang berasal dari keluarga Physalacriaceae. Fungi ini pakar sebut memiliki sifat patogenik, sehingga mampu menghambat dan juga membunuh pertumbuhan suatu tanaman.

Jamur madu berbiak dengan cara vegetatif. Mereka hidup di dalam tanah sebagai saprofit, namun akan bersifat parasit apabila menemukan tanaman di sekitar area jangkauannya.

Penyakit akibat infeksi fungi ini ahli kenal sebagai ‘busuk akar’. Gejala infeksinya bisa kita lihat dari perubahan warna, penurunan pertumbuhan, sampai kematian tajuk tanaman.

Tidak cuma Armillaria mellea, genus Armillaria bahkan dihuni oleh 10 jamur madu lainnya. Mereka menyebar ke sejumlah benua mulai dari Australia, Amerika, Asia hingga Eropa.

Morfologi dan Ciri-Ciri Spesies Armillaria Mellea

Secara morfologi, tubuh buah jamur madu dapat kita identifikasi dari topi atau tutupnya yang halus. Diameter topi tersebut mencapai 3-15 cm dengan bentuk agak cembung.

Seiring bertambahnya usia permukaan topi berubah menjadi lebih rata. Proses ini biasanya diikuti dengan kemunculan umbo (pusar yang monjol) pada bagian tengah tutup jamur.

Apabila sudah matang, tepi topi jamur Armillaria mellea akan terlihat sedikit melengkung. Permukaannya lengket saat basah, dengan warna mencolok berupa kuning keemasan.

Bilah atau lamella fungi ini awalnya berwarna putih, namun berubah menjadi merah muda atau kuning saat berusia dewasa. Stipenya memiliki panjang 20 cm dengan lebar 3,5 cm.

Ada cincin seperti kulit persisten yang melekat pada bagian atas stipe. Pertumbuhannya terbilang tidak biasa, terkadang tepiannya tampak bergerigi namun ada juga yang tidak.

Daging buah Armillaria mellea berwarna putih, dengan serat atau berbulu pada bagian batangnya. Jamur ini sebenarnya layak konsumsi, meski hal tersebut tidak ahli anjurkan.

Baca juga: Jamur Tiram, Fungi Bertudung Putih yang Baik bagi Kesehatan

Habitat dan Distribusi Spesies Armillaria Mellea

Spesies jamur madu umumnya menyukai tanah yang lembap dan bersuhu rendah. Mereka tergolong sebagai cendawan yang adaptif, sehingga cukup kuat menahan cuaca ekstrem.

Zona beriklim utara adalah pusat distribusi fungus ini. Kelompoknya bisa kita temukan di berbagai kawasan mulai dari perkebunan, taman, area pertanian hingga kawasan hutan.

Jamur madu Armillaria mellea tercatat pernah pakar jumpai di wilayah Amerika Utara, Asia Utara, dan Eropa. Ia bahkan telah ahli naturalisasi sampai ke Benua Afrika bagian selatan.

Fungi ini tumbuh sebagai parasit pada pohon-pohon berdaun lebar, salah satunya adalah pohon eukaliptus. Mereka berbiak dalam kelompok besar pada bagian pangkal batang.

Bulan April hingga September merupakan waktu perkembangbiakkan jamur madu. Mereka menerjang taman dan kebun, di mana fungus tersebut dapat menyerang tumbuhan kayu.

Mirip seperti fungi Neonothopanus gardneri, spesies Armillaria mellea nyatanya mampu memancarkan cahaya. Ini terlihat saat miselium jamur masih dalam proses pertumbuhan.

Proses dan Dampak Infeksi Armillaria Mellea

Kelompok Armillaria mellea khayalak juluki sebagai ‘Gardeners Nightmare’ atau ‘mimpi buruk pekebun’. Ia tumbuh sebagai spora, lalu memperluas rhizomorf dari dalam tanah.

Dari posisi tersebut pula, rhizomorfnya menjalar sampai ke bagian bawah kulit pohon. Proses ini menyebabkan inangnya menjadi dehirasi dan kelaparan, kemudian mati secara perlahan.

Salah satu metode pengendalian infeksi jamur Armillaria mellea ialah, dengan menebang pohon-pohon yang telah terinfeksi. Namun, cara ini tergolong cukup mahal serta berisiko.

Penggunaan bahan kimia untuk ‘menyingkirkan’ tanaman yang terinfeksi berdampak pada organisme lainnya. Bahkan, cara ini dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia.

Pengendalian secara biologis sebenarnya ilmuwan anggap sebagai metode yang paling efektif. Cara ini secara signifikan mampu mengurangi gejala akar busuk pada suatu tanaman.

Melansir berbagai sumber, spesies jamur madu publik ketahui tergolong sebagai salah satu organisme tertua. Pakar menduga bahwa fungi ini bahkan sudah ada sejak 8.650 tahun silam.

Baca juga: Inilah Jamur Morel, Fungi Konsumsi Termahal Kedua di Dunia

Taksonomi Spesies Jamur Madu

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page