Bruguiera Sexangular, Tanaman Bakau Asli Asia Tenggara

Reading time: 2 menit
Flora ini punya khasiat sebagai obat. Bagian lainnya pun bernilai ekonomi. Foto: Shutterstock

Bruguiera sexangular atau tumu adalah sejenis tanaman bakau yang menyebar ke hampir seluruh wilayah Indonesia. Mereka ahli gabungkan ke dalam genus Bruguiera, sehingga berkerabat dekat dengan spesies bakau putut (Bruguiera gymnorrhiza).

Secara penampilan, bakau putut dan tumu terbilang cukup mirip. Mereka tergolong sebagai tanaman perdu atau pohon kecil, yang dapat berkembang biak hingga setinggi 15 meter.

Dalam kondisi prima, pertumbuhan mangrove Bruguiera dapat mencapai 30 meter. Namun hal tersebut jarang terjadi, terutama habitat serta lingkungan hidupnya tidak mendukung.

Sebagai informasi, Bruguiera sexangular dikenal juga dengan sinonim Bruguiera eriopetala. Sedang bagi warga dunia, tumbuhan ini populer dengan julukan upriver orange mangrove.

Morfologi dan Ciri-Ciri Bakau Bruguiera Sexangular

Daun-daun tumu tampak selalu hijau atau evergreen. Kulit kayunya berwarna cokelat muda keabu-abuan, terkadang memiliki tekstur halus namun ada pula yang bertekstur agak kasar.

Terdapat sejumlah lentisel berukuran besar pada permukaan kayu tersebut. Pangkal batang bakau tampak membengkak, serta mempunyai akar lutut namun terkadang berakar papan.

Supaya lebih rinci, berikut ciri-ciri bakau Bruguiera sexangular yang perlu Anda ketahui:

  • Daun: diameternya agak tebal, berkulit, serta memiliki bercak hitam pada bagian bawah. Letak daun bisanya berlawanan, berbentuk elip dengan ujung yang meruncing. Ukuran daun tersebut antara 8-16 x 3-6 cm.
  • Bunga: terletak di bagian ketiak daun dengan formasi soliter. Terdapat 10-11 helai daun mahkota berwarna putih dan kecokelatan (jika tua) yang panjangnya mencapai 14 mm. Daun bakau ini terkadang berambut halus pada bagian tepinya. Ia memiliki kelopak bunga sebanyak 10-12 helai dengan warna kuning kehijauan, kemerahan, atau cokelat.
  • Buah: Bruguiera sexangular menghasilkan buah hipokotil yang menyempit pada kedua ujungnya. Ukuran buah tersebut antara 6-12 cm dengan diameter berkisar 1,5 cm.

Habitat dan Distribusi Bakau Bruguiera Sexangular

Secara umum, spesies bakau Bruguiera terdistribusi di wilayah Samudra Hindia dan Samudra Pasifik bagian barat, yakni mulai dari pantai Afrika Timur dan Madagaskar, hingga ke India.

Kelompok mangrove ini juga jamak pakar temukan di Sri Lanka dan wilayah Asia Tenggara. Lalu, mereka juga menyebar sampai ke Australia utara, Melanesia dan Kepulaun Polinesia.

Bruguiera sexangular merupakan flora asli India dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ia menyebar ke hampir seluruh wilayah, meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, serta Papua.

Menurut penelitian, habitat bakau ini dapat kita temukan di sepanjang jalur air dan tambak pantai pada berbagai substrat, yang notabene tidak tergenangi oleh air secara langsung.

Kendati begitu, bakau Bruguiera sexangular ahli nilai toleran terhadap air asin, payau, serta tawar. Perbungannya terjadi sepanjang tahun, sebagian diserbuki oleh kelompok burung.

Kegunaan dan Manfaat Bakau Bruguiera Sexangular

Sejak dahulu, spesies tumbuhan bakau jamak publik manfaatkan sebagai bahan baku kayu bakar, konstruksi, serta arang. Karena itu, kayu ini memiliki nilai ekonomi tinggi di pasaran.

Begitu pula dengan bakau Bruguiera sexangular. Buah dari mangrove ini bahkan ahli sinyalir berkhasiat mengobati herpes, sedangkan akarnya berguna untuk mengatasi kulit terbakar.

Di daerah Sulawesi, buah tumu biasa dikonsumsi sebagai cemilan dan pelengkap makanan. Ada pula yang mendidihkan buah tersebut menjadi teh herbal atau jus penghilang dahaga.

Sayangnya, jumlah populasi dan status konservasi Bruguiera sexangular belum ahli ketahui secara pasti. Namun jumlahnya pakar sinyalir cukup stabil, sebab masih banyak ditemukan.

Sama seperti genus Bruguiera lain, di masa lalu bakau ini sering masyarakat anggap serupa. Identifikasi ketiga spesies tersebut paling mudah kita lihat melalui mahkota daunnya.

Taksonomi Spesies Tanaman Bakau Tumu

Penulis : Yuhan al Khairi

Top
You cannot copy content of this page