calendar
Minggu, 21 Oktober 2018
Pencarian
bunga flamboyan
Bunga Flamboyan (Delonix regia). Foto: wikimedia commons

Bunga Flamboyan, Warna Terangnya Memikat Mata

Flora

Flamboyan (Delonix regia) adalah salah satu flora khas Betawi yang semakin jarang dijumpai di lingkungan sekitar. Flamboyan sendiri digambarkan sebagai bunga yang mencolok dan memiliki warna yang terang. Dalam penamaan bahasa Inggris tanaman bunga cantik ini dinamakan Flame Tree/Gold Mohar.

Flamboyan merupakan tumbuhan semievergreen. Tanaman ini mampu hidup pada daerah dengan empat musim. Ia akan mekar secara musiman khususnya di musim panas dan gugur, namun akan tetap hijau pada musim semi dan dingin.

Bunga Flamboyan

Bunga tanaman flamboyan memiliki warna yang terang dan mencolok. Foto: pixabay

Bunga flamboyan memiliki sifat menyebar dan terdiri dari empat kelopak berwarna merah atau oranye merah. Bentuk kelopak bunga berdiamater antara 8-15 cm dan berwarna kuning dan putih. Polongnya yang sudah tua akan berwarna coklat gelap.

Pohon tanaman flamboyan ini memiliki tajuk melebar membentuk seperti kanopi pada payung. Batangnya bertekstur licin, simpodial, berwarna coklat kelabu dengan diameter batang sekitar 30 cm. Arah tumbuhnya tegak lurus, cabangnya tumbuh mendatar sampai mengarah ke bawah. Memiliki akar banir dengan tinggi sampai 30 cm.

Tangkai daun flamboyan berbentuk silinder dengan panjang kurang dari 2,5 cm dan permukaannya licin. Jenis daunnya majemuk menyirip genap dengan tepian daun rata, ujung dan pangkal daun tumpul, bagian permukaannya berbulu, dan sistem pertulangan daun menyirip.

Tanaman flamboyan memiliki buah berbentuk seperti pedang dengan biji berbentuk polong kecil. Panjang buah dapat mencapai 60 cm dengan lebar sekitar 5 cm. Buah berusia muda berwarna hijau cerah, namun setelah tua akan menjadi coklat kehitaman.

Bagian buahnya berbentuk seperti polong, saat masih muda buah berwarna hijau cerah. Foto: wikimedia commons

Pohon flamboyan sangat berguna sebagai peneduh atau pelindung dari sengatan sinar matahari. Selain itu, batang kayunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Daun dan biji flamboyan mengandung alkaloid yang cukup tinggi dan diperkirakan memiliki khasiat sebagai obat malaria.

Meski bunga flamboyan saat ini digolongkan sebagai flora yang mudah ditemui di alam, namun flora ini mulai jarang terlihat. Beberapa desainer Indonesia ternyata menangkap kekhawatiran ini dengan menjadikan flamboyan sebagai sumber inspirasi dalam berkarya. Diantaranya perancang busana Lily Mariasari yang menghadirkan koleksi busana batik Betawi bercorak bunga flamboyan pada ajang Indonesia Fashion Week 2018. Dikutip pada laman beritasatu.com, Lily mengatakan, “flamboyan adalah salah satu floral khas Betawi yang kini sudah mulai langka. Padahal, manfaatnya untuk menyerap polusi dan melindungi dari terik matahari, bunganya pun sangat indah.”

Bunga Flamboyan

Penulis: Sarah R. Megumi

Editor: Sarah R. Megumi

Top