Jamur Amanita Jacksonii, Si Topi Merah yang Boleh Dimakan

Reading time: 3 menit
Jamur Amanita Jacksonii
Jamur Amanita Jacksonii bertopi merah dan boleh dimakan. Foto: Shutterstock

Jamur Amanita adalah salah satu genus terbesar dalam ordo Agaricales. Kelompok ini terdiri dari 600 spesies dengan karakteristik yang beragam. Mulai dari jamur beracun seperti Amanita phalloides, hingga fungi edible dari benua Amerika layaknya Amanita jacksonii.

Jackson’s Slender Amanita merupakan nama lain spesies A. jacksonii. Fungi ini tergabung dalam famili Amanitaceae, sehingga berkerabat dekat dengan death cap dan jamur caesar.

Secara morfologi, ketiga jamur Amanita ini juga mempunyai tampilan yang mirip. Mereka bisa kita tandai dari warna oranye kemerahan, serta bentuknya yang mirip seperti payung.

Nama fungi A. jacksonii sendiri dikemukakan oleh ahli mikologi Kanada, René Pomerleau, pada tahun 1984. Spesies ini jamak pakar temukan di wilayah Meksiko sampai Kanada.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Amanita Jacksonii

Sebagian orang menyebut jackson’s slender amanita sebagai American Slender Caesar atau Eastern Caesar’s Amanita. Ia memiliki batang kuning dengan bentuk menyerupai tabung.

Payung atau topinya yang berwarna oranye mempunyai garis tepi, lebarnya mencapai 8 – 12 cm dengan bentuk oval, namun akan berubah menjadi cembung seiring bertambahnya usia.

Apabila kita sentuh, permukaan topi jamur Amanita ini terasa agak lengket. Sama seperti bentuknya, warna topinya pun cenderung berubah kekuningan saat mencapai usia dewasa.

Berbeda dengan death cap, payung A. jacksonii tidak ditumbuhi bintik-bintik kecil. Mereka mempunyai volva berwarna putih, dengan ukuran spora 7,8 – 9,8 x 5,8 – 7,5 mikrometer.

Pertumbuhan batang atau stipe A. jacksonii antara 90 – 140 x 9 – 16 mm. Daging buahnya berwarna keputihan, serta tidak menimbulkan bercak noda saat terpapar sinar matahari.

Mengonsumsi american slender caesar sejatinya sah-sah saja. Namun tindakan itu tidak ahli anjurkan, apalagi jika Anda tidak mempunyai pengetahuan lebih terkait jamur Amanita.

Baca juga: Galerina Marginata, Jamur Beracun yang Tumbuh di Kayu

Karakteristik dan Habitat Jamur Amanita Jacksonii

Secara umum, varietas jamur Amanita tidak melakukan proses fotosintesis. Mereka pakar golongkan sebagai organisme heterotrof karena tidak memiliki pigmen hijau atau klorofil.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, A. jacksonii hidup secara endofit pada tumbuhan lain. Flora yang sering mereka jadikan sebagai inang adalah pohon ek dan juga pohon pinus.

Pertumbuhan spesies ini terjadi pada musim panas dan gugur. Mereka umumnya bersifat amotil dengan pola perkembangbiakkan melalui dua cara, yakni seksual atau aseksual.

Dinding sel eastern caesar’s amanita mengandung kitin dan selulosa. Mereka mempunyai inti sel berupa eukariot, dengan pola pengaliran sitoplasma yang terjadi lewat miselium.

Walaupun memiliki warna yang mencolok seperti jamur beracun, spesies A. jacksonii tidak mengeluarkan bau yang semerbak. Rasanya cenderung manis dengan tekstur agak kenyal.

Penelitian terhadap jamur Amanita ini memang masih sangat jarang. Status konservasinya belum ahli ketahui secara pasti, sehingga sulit menghitung populasi mereka di alam liar.

Klasifikasi dan Anggota Spesies Genus Amanita

Anggota genus Amanita tak ubahnya ‘pisau bermata dua’. Sebagian spesiesnya merupakan fungi edible, sedang yang lainnya pakar golongkan sebagai jamur beracun yang berbahaya.

Merujuk berbagai sumber, genus ini bertanggung jawab atas 95% kasus kematian akibat konsumsi fungi. Sekitar 50% kasus ahli klaim disebabkan oleh keracunan jamur death cap.

Karena itu, ilmuwan lantas mengelompokkan genus ini menjadi beberapa golongan. Agar tidak keliru, berikut spesifikasi jamur Amanita berdasarkan tingkat edibility-nya:

  • Boleh masyarakat konsumsi, meliputi A. fulva, A. vaginata, A. calyptrata, A. crocea, A. rubescens, A. jacksonii, dan A. citrina.
  • Tidak boleh manusia konsumsi, meliputi albocreata, A. atkinsoniana, A. daucipes, A. excelsa, A. flavoconia, A. franchetii, A. longipes, A. magniverrucata, A. onusta, A. rhopalopus, A. silvicola, A. sinicoflava, A. spreta, dan A. volvata.
  • Spesies jamur beracun, di antaranya brunnescens, A. ceciliae, A. cokeri, A. crenulata, A. farinose, A. flavorubescens, A. frostiana, A. muscaria, A. pantherina, dan A. porfiria.
  • Jamur beracun dan mematikan, mencakup abrupta, A. arocheae, A. bisporigera, A. exitialis, A. magnivelaris, A. ocreata, A. phalloides, A. smithiana, A. subjunquillea, A. verna, dan A. virosa.

Perlu Anda ketahui, manfaat mengonsumsi fungi A. jacksonii masih perlu ahli selidiki lebih lanjut. Karena itu, spesies jamur Amanita tidak pakar sarankan awam konsumsi secara luas.

Baca juga: Mengenal Agaricus Campestris, Kerabat Terdekat Jamur Kancing

Taksonomi Spesies Jamur Amanita Jacksonii

Taksonomi Amanita Jacksonii

Penulis : Yuhan al Khairi

Top
You cannot copy content of this page