Lindungi Pohon Pelindung

Reading time: 5 menit
Lindungi Pohon Pelindung

Kita kadang menghiraukan begitu saja keberadaan pohon di pinggir jalan. Kita seakan tak terlalu peduli ketika banyak perlakuan buruk yang menimpa pohon-pohon tersebut. Seperti penempelan paku pada batangnya, pembetonan permukaan tanah sekitarnya dimana kedua hal tersebut secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap pertumbuhannya. Apalagi jika terjadi penebangan tanpa alasan yang kuat dan masuk akal. Walaupun peduli, itupun hanya seketika, lantas kemudian berlalu begitu saja.

Oleh Ery Bukhorie | Foto oleh Dinnar Santana | Artikel ini diterbitkan pada edisi 07 Vol. 1 Tahun 2006

 

Kita pun pasti tidak banyak tahu fungsi yang dimiliki dari pohon-pohon tersebut. Mungkin yang kita tahu hanya sebagai ”sesuatu” yang bisa membuat kita teduh, atau sebagai penghasil oksigen. Hal itu memang benar, tapi jika kita coba telaah lebih dalam lagi, pohon yang tumbuh dan tertanam di pinggir-pinggir jalan sebenarnya memiliki banyak fungsi lainnya, yang bisa melindungi keaadaan lingkungan sekitarnya. Makanya pohon tersebut disebut sebagai pohon pelindung. Pohon pelindung dapat membantu menciptakan suatu lingkungan yang asri. Tanpanya, maka hidup kita tidak akan nyaman.

Mari kita sama-sama cari tahu tentang apa saja sebenarnya yang pohon pelindung bisa berikan bagi kehidupan kita, dan apa yang bisa kita lakukan agar keberadaannya tetap terjaga.

Banyaknya debu dan tingginya kadar polusi udara di jalan pasti selalu membuat kita merasa tidak nyaman. Apalagi jika jalan yang kita lewati jarang sekali terdapat pohon, membuat tubuh kita gerah dan lebih banyak mengeluarkan keringat. Debu-debu yang bertebaran di udarapun akan menempel di permukaan kulit sehingga kulit terasa lengket.

Udara kotor/polusi udara mengandung banyak zat berbahaya. Seperti timbal (Pb) yang pada anak-anak dapat menurunkan intelegensia (IQ), menghambat pertumbuhan otak, dan menurunkan kemampuan belajar serta membaca. Pada konsentrasi yang tinggi bahkan dapat menghambat pertumbuhan mental, koma, sampai pada kematian. Pernah ada suatu penelitian pada tahun 2003 tentang kadar dan efek dari polusi udara terhadap beberapa siswa sekolah di Bandung. Hasilnya 50% dari 90 anak SD dan SMP yang diteliti berada pada kondisi yang menghawatirkan dengan kadar timbalnya yang tinggi (PR 12/7/04).

Selain timbal, zat-zat berbahaya lainnya yang terkandung dalam polusi udara adalah Karbon Monoksida (CO), Oksida Nitrogen (NOx), Senyawa Asam (Sulfat dan Nitrat) yang kesemuanya berbahaya bagi kesehatan. Akibat lain yang akan ditimbulkan dan dapat kita rasakan secara langsung adalah terjadinya perubahan suhu yang drastis, dimana panas, kotor, dan debu akan sangat terasa sekali.

Polusi udara bersumber sebagian besar dari aktifitas manusia. Sektor transportasi merupakan penyumbang terbesar polusi udara mengikuti sektor industri, rumah tangga dan sektor lainnya.  Maka dari itu, untuk menekannya diperlukan pohon ebangan pohon akan membawa kerugian sangat besar bagi kita. Dengan semakin sedikitnya pohon, maka akan sedikit polusi udara yang bisa teruraikan. Dan peluang bagi kita untuk menghirup udara kotor akan samakin besar.

Pelindung yang dapat menguraikan polusi udara sehingga jumlahnya dapat terkurangi. Dengan begitu, penebangan pohon akan membawa kerugian sangat besar bagi kita. Dengan semakin sedikitnya pohon, maka akan sedikit polusi udara yang bisa teruraikan. Dan peluang bagi kita untuk menghirup udara kotor akan samakin besar.

Meskipun demikian, kadang keberadaan pohon pelindung kadang dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu sampai akhirnya ditebang begitu saja. Walaupun sebenarnya ada jalan keluar lain tanpa harus mengorbankan pohon, jika kita mau untuk sedikit memutar otak dengan berpikir lebih kreatif lagi.

Top
You cannot copy content of this page