Pohon Ketapang, Tanaman Peneduh sekaligus Obat Herbal

Reading time: 3 menit
buah pohon ketapang
Pohon Ketapang, Tanaman Peneduh sekaligus Obat Herbal. Foto: Shutterstock.

Jika Anda sedang mencari tumbuhan hias yang mampu bekerja sebagai peneduh pekarangan rumah, maka menanam Pohon Ketapang (Terminalia catappa L.) bisa jadi solusi yang tepat.

Ketapang atau katapang merupakan jenis pohon tepian pantai yang berdaun rindang dan juga tebal. Tanaman ini sangat cepat berkembang baik, lalu membentuk tajuk indah serta bertingkat-tingkat.

Flora endemik asli India ini sebenarnya mempunyai sebaran yang cukup luas. Di tanah air saja, sebutan untuk pohon ini diketahui sangat beragam, seperti talisei di Sulut, sarisa di Maluku dan kalis di Papua.

Selain dapat Anda jadikan sebagai tumbuhan peneduh, berbagai bagian pada pohon ketapang menyimpan segudang manfaat. Mau tahu apa? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini, ya!

Morfologi dan Ciri-Ciri Ketapang

Sebelum menelaah lebih jauh mengenai manfaat pohon ketapang, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu morfologi atau ciri fisik dari tumbuhan yang satu ini.

Pertama-tama, Terminalia catappa L. memiliki batang yang bertajuk rindang, dengan cabang-cabang pohon yang tumbuh secara mendatar serta bertingkat-tingkat.

Letak daun dari pohon tersebut biasanya tersebar, yang mana sebagian besarnya berjejalan di ujung ranting. Tangkainya terlihat sangat pendek, bahkan tampak seperti duduk pada bagian rantingnya.

Helaian daunnya berbentuk bulat telur terbalik, dengan panjang 8-38 cm dan lebar 5-19 cm. Di bagian sisi bawah pangkal terdapat kelenjar, permukaan atas licin dan bagian bawah berambut halus.

Biasanya, warna daun ketapang akan berubah jadi kemerahan pada saat akan rontok. Terdapat bunga berukuran kecil yang terkumpul dalam bulir dekat ujung ranting sepanjang 4-8 cm.

Perlu Anda ketahui, pohon ketapang bisa tumbuh hingga ketinggian 40 m. Batang dari pohon ini berwarna abu atau abu-abu kecokelatan. Ia juga memiliki lima lobed dan umumnya berbau tidak sedap.

Habitat dan Persebaran Ketapang

Meski terkenal sebagai tumbuhan pinggir pantai, namun daya adaptasi pohon ketapang sebenarnya cukup tinggi. Tumbuhan ini bisa kita temukan di berbagai kawasan, seperti dataran tinggi dan rendah.

Namun, untuk menghasilkan ketapang yang unggul biasanya tumbuhan tersebut harus kita tanam pada ketinggian 400 m di atas permukaan laut, dengan curah hujan rerata 1.000-3.500 mm per tahunnya.

Dari sebarannya, pohon yang satu ini tumbuh subur di sekitar kawasan Asia Tenggara. Meski endemik India, kini talisei juga bisa kita jumpai di utara Australia, Polinesia, hingga Madagaskar.

Bahkan, beberapa ahli mengklaim tumbuhan tersebut juga sudah tersebar hingga bagian timur dan barat benua Afrika, serta bagian selatan dan tengah benua Amerika.

Di Indonesia sendiri, peta penyebaran pohon ketapang sebenarnya cukup merata. Tanaman ini banyak tumbuh di bagian barat, timur dan tengah, kecuali di kawasan Pulau Sumatra dan Kalimantan.

Sebagai informasi, terdapat lebih 200 jenis ketapang yang tersebar di seluruh dunia. Di daerah asalnya, ada empat jenis yang berhasil teridentifikasi, yakni Catappa, Myrobalanus, Chuncea dan Pentaptera.

pohon ketapang

Tumbuhan ini bisa kita temukan di berbagai kawasan, seperti dataran tinggi dan rendah. Foto: Shutterstock.

Guna dan Manfaat Pohon Ketapang

Seperti yang telah saya sebutkan, berbagai bagian yang ada pada pohon ketapang sesungguhnya bisa kita gunakan untuk beragam kebutuhan, tidak hanya peneduh bahkan berkhasiat sebagai obat herbal.

Oleh karena itu, melakukan budidaya tamanan ketapang sebenarnya sangat menguntungkan. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, tumbuhan yang satu ini juga berguna sebagai:

  • Pewarna Alami dan Bahan Pembuat Tinta

Pepagan atau jaringan terluar yang melapisi melapisi batang kayu serta daun-daun pohon tersebut nyatanya bisa bermanfaat sebagai pewarna alami dan bahan pembuat tinta, lho.

Hal ini karena zat pewarna kuning kecokelatan, serta kandungan tanin sebesar 11-23% yang terdapat pada pepagan. Lalu, daun-daun ini juga mengandung 12 jenis tanin yang bisa dihidrolisis.

  • Menurunkan Kadar pH pada Air Kolam

Pengin ikan peliharaan Anda senantiasa sehat? Coba taruh daun-daun ketapang kering di permukaan kolam tersebut, ya. Katanya, daun ini ampuh sebagai penurun kadar pH air pada kolam yang dangkal.

  • Bahan Baku Masakan

Buah ketapang mempunyai kandungan gizi yang tinggi serta bermanfaat bagi kesehatan. Sebab cukup mirip dengan almond, buah ini kerap dijadikan bahan baku masakan pengganti biji-bijian populer.

  • Obat Herbal untuk Berbagai Macam Penyakit

Terakhir, salah satu bagian pada pohon ketapang yang sering masyarakat manfaatkan adalah daunnya. Daun tersebut masyarakat percayai ampuh sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai penyakit.

Misalnya, penggunaan sebagai obat luar maka ekstrak daun ketapang berkhasiat mengobati sakit pinggang, terkilir, salah urat, kudis, kista, gatal-gatal, kulit terkelupas, hingga luka bernanah.

Apabila digunakan sebagai obat dalam, maka ekstrak daun tersebut warga percayai mampu mengatasi penyakit diare, gangguan pencernaan, gangguan pernapasan, menurunkan darah tinggi, imsomnia dan kencing darah.

Taksonomi Pohon Ketapang

taksonomi pohon ketapang

Referensi:

Juniarto, Universitas Muhammadiyah Malang

Marjenah, Ariyanto Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Felisianus Alegore, Universitas Sanata Dharma 

Penulis: Yuhan Al Khairi

Editor: Ixora Devi

Top
You cannot copy content of this page