Pohon Natal Pulau Chatham, Keindahan yang Rentan

Reading time: 2 menit
Pohon natal Pulau Chatham (Brachyglottis huntii). Foto: Phil Bendle/terrain.net.nz

Negara Selandia Baru mungkin dikenal dengan burung kiwi, wol, dan peternakan sapi perahnya. Namun, negara persemakmuran Inggris Raya ini memiliki ragam flora yang juga mengagumkan. Satu diantaranya adalah pohon natal Pulau Chatham (Brachyglottis huntii). Seperti namanya, tumbuhan ini merupakan tumbuhan endemik Pulau Chatham dan Pulau Pitt, Selandia Baru.

Warga setempat, khususnya suku Maori menyebut pohon ini dengan pohon ‘rautini’. Pohon ini merupakan spesies yang termasuk pada suku Senecioneae dari keluarga Asteraceae, memiliki hubungan kekerabatan dengan pohon cemara.

Pohon natal Pulau Chatham memiliki ukuran hingga 6 x 6 meter. Daunnya memanjang berwarna hijau keabu-abuan dengan panjang daun 5-10 sentimeter. Ciri utama dari pohon ini memiliki kulit bergelombang dan menganga seperti keripik dan daun yang padat dibalut dengan bulu halus.

Habitat pohon natal Pulau Chatham berada di kawasan hutan, semak, rawa dan di sepanjang puncak bukit. Pohon ini biasanya tumbuh pada lahan gambut yang lembab.

Dalam habitatnya, pohon natal Pulau Chatham merupakan tanaman oportunistik yang mudah untuk beradaptasi kala terganggu peristiwa alam seperti erosi, kebakaran, dan banjir. Dalam kondisi ideal, spesies ini dapat tumbuh dan akan berbunga dalam waktu satu sampai dua tahun dari biji.

Selama musim panas austral dari bulan November sampai Februari, bunga-bunga kuning yang indah dan harum bermekaran dari tumbuhan ini. Sementara, di akhir musim panas dan musim gugur awal biji pohon natal Pulau Chatham matang.

Menurut laman resmi IUCN yang dirilis tahun 1998, pohon ini terdaftar sebagai flora yang rentan atau vulnerable. Pemerintah Selandia Baru pun memasukan spesies pohon natal Pulau Chatham ke dalam kategori rentan nasional (NZ TCS Nationally Vulnerable) pada tahun 2012 lalu.

Berbagai faktor diperkirakan telah menyebabkan populasi Pohon Natal Chatham ini menurun. Salah satu ancaman yang utama terhadap kelangsungan hidupnya adalah pembabatan habitat dengan skala besar untuk pembukaan lahan pertanian dan peternakan domestik, seperti domba dan babi.

Selain itu, kematian pohon secara mendadak sering terjadi akibat terindikasi berbagai penyakit seperti verticillium layu dan phytophora. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami kematian pohon secara mendadak sebelum langkah-langkah konservasi dapat dilakukan untuk melindungi pohon ikonis dari Pulau Chatham.

Penulis: ANP/G32

Top