10.000 Langkah Tiap Hari Turunkan Risiko Kematian Pasien Diabetes

Reading time: 2 menit
Aktivitas fisik seperti jalan kaki mampu tingkatkan kesehatan terutama pada pasien diabetes. Foto: Shutterstock

Baru-baru ini ramai kabar, Indonesia berada di peringkat pertama negara yang penduduknya malas jalan kaki. Riset ini Stanford University lakukan di tahun 2017. Menurut penelitian itu, rata-rata orang Indonesia hanya berjalan kaki 3.513 langkah per hari. Jauh lebih sedikit dari catatan global 5.000 langkah per hari.

Sementara itu di Hongkong, rata-rata penduduknya berjalan kaki 6.880 langkah per hari. Padahal banyak manfaat dari jalan kaki. Berjalan kaki setiap menit dapat memperpanjang hidup 1,5-2 menit.
Tak hanya itu jalan kaki selama 40 menit cara terbaik menurunkan berat badan. Lalu berjalan kaki cepat 20-25 menit baik untuk jantung dan paru-paru.

Bahkan, jalan kaki 10.000 langkah per hari dapat menurunkan risiko kematian pasien diabetes lho!

Riset Jalan Kaki Selama Sembilan Tahun Penderita Diabetes

Studi terbaru dari para peneliti Universitas of Seville, Spanyol pada 1.700 orang dewasa Amerika dengan kondisi prediabetes dan diabetes menunjukkan fakta tersebut. Riset mereka kumpulkan dari data Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional CDC tahun 2005 hingga 2006.

Dari total responden, 1.194 orang dewasa berstatus pradiabetes dan 493 menderita diabetes. Orang dengan diabetes dalam penelitian ini, dari diagnosa dokter memiliki kadar glukosa darah puasa lebih tinggi dari 126 miligram per desiliter (mg/dL). Orang dengan pradiabetes memiliki kadar glukosa puasa dari 100 hingga 125 mg/dL.

Lebih dari setengah (56%) orang dewasa pradiabetes adalah laki-laki (usia rata-rata 55 tahun). Mereka melakukan rata-rata 8.500 langkah per hari. Setengah (51%) dari orang dewasa diabetes juga laki-laki (usia rata-rata 61 tahun), mengambil langkah lebih sedikit per hari sekitar 6.300 langkah per hari.

Orang-orang dalam penelitian ini mengenakan akselerometer di pinggang mereka untuk menghitung langkah mereka selama 7 hari berturut-turut. Para peneliti menyesuaikan usia, jenis kelamin, etnis, status sebagai perokok, penggunaan alkohol, diet dan penggunaan obat diabetes.

Selama 9 tahun, 200 orang dengan pradiabetes dan 138 dengan diabetes meninggal. Namun mereka berjalan hampir 10.000 langkah per hari mampu mengurangi risiko kematian.

Minta Saran Dokter untuk Temukan Aktivitas Terbaik

Tetapi sekitar 20% orang dalam penelitian ini dikeluarkan dari analisis karena mereka memiliki data akselerometer yang tidak valid. Orang dewasa yang cukup sehat untuk berjalan 10.000 langkah kemungkinan memiliki tingkat kematian yang berbeda dari mereka yang tidak melakukannya. Meski peneliti menyerukan penelitian lebih lanjut untuk membandingkan kedua kelompok ini.

Penulis riset ini juga menyarankan, jika 10.000 langkah jadi momok yang menakutkan, segera berkonsultasi ke dokter. Dengan begitu dokter akan mencari alternatif rutinitas yang sesuai dengan kemampuan fisik seseorang.

Penulis : Ari Rikin

Sumber :

WebMD

Berbagai Sumber

Top

You cannot copy content of this page