Diet Hanya Mengonsumsi Buah, Bolehkah?

Reading time: 2 menit
diet
Ilustrasi. Foto: Freepik

(Greeners) – Memiliki tubuh yang ramping dan ideal merupakan dambaan bagi banyak orang. Demi mewujudkan bentuk tubuh yang diidam-idamkan, banyak orang melakukan berbagai metode diet. Salah satunya adalah dengan cara menghindari nasi dan hanya mengonsumsi buah-buahan saja setiap hari. Tidak sedikit orang melakukan diet dengan cara ini dengan tujuan agar berat badannya turun dalam waktu singkat.

Banyak orang percaya bahwa mengonsumsi nasi dapat membuat badan menjadi lebih gemuk sehingga mereka beralih mengonsumsi hanya buah-buahan saja. Mereka beranggapan bahwa mengonsumsi buah saja tanpa diiringi dengan mengonsumsi makanan lain sudah dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Dr. Reisa Broto Asmoro, dokter yang juga mantan Puteri Indonesia Lingkungan 2010, menyatakan bahwa pemikiran tersebut tidaklah tepat. Tindakan mensubstitusi nasi dengan buah-buahan merupakan tindakan yang keliru.

“Diet dengan menghindari nasi dan hanya makan buah-buahan saja merupakan contoh diet yang kurang tepat. Buah-buahan itu bukan makanan yang bersifat free flow. Artinya, buah-buahan bukan merupakan makanan yang dapat dikonsumsi sebanyak mungkin. Setiap harinya, tubuh kita membutuhkan macro nutrients seperti karbohidrat, protein, dan lemak yang tidak bisa didapatkan dengan hanya mengonsumsi buah-buahan saja,” papar Reisa saat ditemui di Grand Ballroom Hotel Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Reisa menyatakan bahwa kekurangan macro nutrients dalam tubuh dapat mengakibatkan tubuh merasa sangat lapar. Akibatnya, tubuh akan merasa kewalahan dan pada akhirnya mendorong kita untuk makan dalam porsi yang lebih banyak.

“Apabila kita hanya mengonsumsi buah-buahan saja, tubuh kita akan kekurangan macro nutrients. Akibatnya, kita akan mengalami kelaparan yang luar biasa. Biasanya, orang yang menjalani diet hanya dengan mengonsumsi buah-buahan saja akan ‘lari’ dengan mengonsumsi makan makanan yang tidak sehat dan dalam porsi yang banyak di malam hari,” katanya.

Imbangi dengan sayuran

Meski demikian, diet dengan cara menghindari nasi bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Reisa menyatakan bahwa karbohidrat dapat diperoleh dengan cara mengonsumsi sayuran.

“Kalau kita ingin diet dengan cara menghindari mengonsumsi nasi, kita bisa menggantinya dengan mengonsumsi sayuran. Tidak bisa diganti dengan cara memakan buah-buahan saja, harus diimbangi dengan sayur-sayuran. Sayur kaya akan serat, vitamin, dan karbohidrat, sehingga sayur dapat memberikan efek lebih mengenyangkan dibandingkan dengan buah-buahan,” tuturnya.

Reisa juga mengingatkan apabila seseorang menjalankan diet dengan menjadi vegetarian dan tidak mengonsumsi nasi, orang tersebut harus mengonsumsi sayuran dalam porsi yang lebih besar daripada buah. Hal ini bertujuan agar tubuh tetap ternutrisi dengan baik.

Menjalankan diet untuk mendapatkan tubuh yang ideal juga perlu diimbangi dengan kegiatan penunjang seperti olahraga. Selain itu, pelaku diet juga harus peduli terhadap jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuhnya dan tidak boleh hanya berpatokan pada angka yang ada di timbangan saja.

“Sebenarnya jangan dicari langsingnya saja, tapi cari sehatnya. Tubuh yang sehat tidak hanya didapatkan dengan cara mengonsumsi buah dan sayuran saja, tapi juga harus diimbangi dengan olahraga dan pikiran yang positif. Selain itu, jangan hanya berpatokan dengan angka di timbangan saja. Menjadi kurusan belum tentu lebih sehat. Bisa saja seseorang yang memiliki berat badan ideal, ternyata memiliki kadar lemak yang tinggi,” pungkasnya.

Penulis: Anggi Rizky Firdhani

Top