Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) meluncurkan program KELANA (Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda). Program ini menjadi wadah untuk memperluas edukasi lingkungan kepada generasi muda melalui kegiatan langsung di lapangan.
Program KELANA episode 1 sudah dirilis dengan diikuti oleh anak muda dari berbagai wilayah Indonesia. Melalui program ini, mahasiswa dan pelajar diajak turun langsung ke lapangan. Mereka berinteraksi dengan masyarakat, serta mengolah pengalaman tersebut menjadi narasi yang dapat menggerakkan kesadaran publik.
Menteri LH/Kepala BPLH, Moh. Jumhur Hidayat, menyampaikan bahwa launching program KELANA menjadi momentum penting kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam mendorong aksi lingkungan yang lebih luas.
“Peluncuran program ini menjadi kebahagiaan bagi kita karena inisiasi pemerintah dan berkolaborasi dengan anak-anak muda. Isu lingkungan ini memang tidak bisa lepas dari peran generasi muda, sehingga kita harus mampu memfasilitasi ruang-ruang partisipasi mereka secara lebih luas,” ujar Jumhur di Jakarta, Rabu (13/5).
Jumhur mengatakan bahwa akan ada ragam topik dalam program ini. Di antaranya seperti sampah, mangrove, lahan gambut, dan lainnya.
Penuh Antusiasme
Sementara itu, Puteri Indonesia Lingkungan 2024, Sophie Kirana, yang turut mendampingi peserta KELANA Episode 1 di Jambi. Pada episode 1 ini, topik untuk pembelajaran terkait ekosistem gambut dan mangrove.
Menurut Sophie, anak muda begitu antusias ketika turun langung ke lapangan mengenali lingkungan. Baginya, program ini menjadi salah satu cara bagi teman-teman yang terlibat bersama Kementerian Lingkungan Hidup untuk menyosialisasikan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan dari generasi muda.
“Harapannya, ini bisa menjadi budaya untuk terus menjaga lingkungan,” ungkap Sophie.
Selain itu, KELANA juga mendorong lahirnya generasi muda sebagai digital ambassadors yang mampu menerjemahkan isu lingkungan menjadi pesan yang relevan, kreatif, dan berdampak luas.
Pendekatan ini menjadi penting untuk menjawab fenomena eco-anxiety di kalangan generasi muda. Hal ini mengubah kekhawatiran menjadi aksi nyata berbasis pengalaman dan pemahaman.
Hadirkan Dokumenter Mangrove
Selain meluncurkan program KELANA, KLH/BPLH juga menghadirkan video dokumenter “Menjaga Akar Negeri: Mangrove Indonesia untuk Dunia” yang mengangkat peran strategis ekosistem mangrove Indonesia.
Dokumenter ini diproduksi melalui kolaborasi KLH/BPLH dengan National Geographic Indonesia. Dokumenter menampilkan kisah nyata masyarakat pesisir di Tarakan, Kalimantan Utara, dan Palu, Sulawesi Tengah, dalam menjaga dan merawat ekosistem mangrove.
Editorial Team National Geographic Indonesia, Viennanda Nur Ikhwalfi, menilai video dokumenter ini menunjukkan praktik nyata keberpihakan manusia terhadap alam yang dapat direplikasi seluruh wilayah Indonesia.
“Ini adalah contoh besar upaya keberpihakan manusia kepada alam. Harapannya, praktik ini bisa dicontoh dan diaplikasikan oleh seluruh masyarakat yang tinggal di pesisir Indonesia, sehingga mangrove dapat menjadi benteng awal kita untuk menjaga hamparan laut yang cukup luas,” ungkap Viennanda.
Penulis: Dini Jembar Wardani
Editor: Indiana Malia











































