Kali Tebu Surabaya Tercemar Mikroplastik

Reading time: 2 menit
Kali Tebu Surabaya tercemar mikroplastik. Foto: Ecoton
Kali Tebu Surabaya tercemar mikroplastik. Foto: Ecoton

Jakarta (Greeners) – Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) mengambil sampel air Kali Tebu sebanyak 10 liter. Sampel tersebut diteliti bersama kader lingkungan  di SMPN 58 Surabaya. Hasilnya membuktikan bahwa Kali Tebu tercemar mikroplastik sebanyak 19 partikel yang terdiri dari 12 fiber, dua filamen, dan lima fragmen.

Keterlibatan anak-anak dalam menjaga sungai, terutama di Kali Tebu agar bebas dari kebocoran sampah plastik menjadi penting. Manajer Edukasi Ecoton, Alaika Rahmatullah mengatakan bahwa saat ini kondisi di Kali Tebu memprihatinkan. Masih banyak persoalan serius akibat pencemaran sampah plastik, popok sekali pakai, hingga pembakaran sampah di sekitar sungai.

“Setiap hari tim kami juga berpatroli sekaligus mengevakuasi sampah-sampah di badan air sungai, rata-rata per hari kami mendapatkan 1 ton sampah sungai, yang paling bermasalah adalah sampah plastik, popok, styrofoam,” kata Alaika.

Alaika mengingatkan bahwa sampah tersebut bisa terpecah menjadi partikel mikroplastik. Nantinya mikroplastik ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui air, udara, dan rantai makanan. Dampaknya sangat berbahaya dapat memicu gangguan hormon, peradangan, gangguan reproduksi, hingga risiko kanker.

“Kami ingin membangun kesadaran anak-anak untuk mengurangi plastik sekali pakai sejak dini. Sekolah juga bisa mengadopsi sungai untuk ikut menjaga agar sungai bebas dari sampah,” ungkap Alaika.

Melalui program MOZAIK (Mission on Zero Plastic Leakage), Ecoton juga mengadakan sesi sosialisasi tentang bahaya mikroplastik dan gaya hidup guna ulang kepada siswa. Kemudian, mereka membagikan reusable menstrual pads sebagai solusi pengurangan pembalut sekali pakai.

Uji Mikroplastik di Udara

Tak hanya mengambil sampel air, mereka juga mengambil sampel udara selama dua jam menggunakan metode passife sampling. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa partikel mikroplastik ada di hampir seluruh sampel yang diuji.

Pada pengambilan sampel udara di lingkungan sekolah ditemukan enam partikel fiber. Sementara, di udara sekitar Kali Tebu ditemukan total delapan partikel mikroplastik yang terdiri dari satu fragmen, enam fiber, dan satu granule.

Sementara itu, Ecoton bersama para pelajar juga meneliti sampel air kran sebanyak 10 liter. Hasilnya menunjukkan adanya dua partikel filamen dan dua partikel fiber. Tak hanya itu, pada daun mangga di lingkungan sekolah juga ada delapan partikel fiber yang menunjukkan mikroplatik menempel pada permukaan tumbuhan melalui paparan udara.

Guru SMPN 58, Ika Karyanti mengatakan bahwa kegiatan penelitian mikroplastik ini bisa memotivasi anak-anak lebih sadar terhadap dampak bahaya plastik sekali pakai.

“Sehingga bisa terbentuk kebiasaan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah, bahkan juga di rumah. Ini juga sejalan dengan visi sekolah,” kata Ika dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5).

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top