Easy Bike, Sepeda Listrik Tenaga Surya Inisiasi Mahasiswa Unpad

Reading time: 4 menit
easy bike unpad
Easy Bike, Sepeda Listrik Inisiasi Mahasiswa Unpad. Foto: Istimewa.

Golongan muda Tanah Air terus menunjukkan kepedulian mereka terhadap lingkungan. Kali ini, Greeners mengangkat tentang sepeda listrik tenaga surya karya mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad), Easy Bike. 

Saat ini tren bersepeda sedang berada di puncaknya. Kegemaran akan olahraga satu ini merata ke semua kalangan, mulai dari orang tua sampai mahasiswa.

Namun, untuk para mahasiswa Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, naik sepeda butuh energi ekstra. Sebab, jalanan di area kampus yang menanjak.

Untuk mengatasi kendala ini, tiga mahasiswa Unpad mencetuskan ide untuk membuat sepeda listrik tenaga surya, atau mereka menyebutnya dengan Easy Bike.

Sepeda Listrik Tenaga Surya Buatan Mahasiswa Unpad

Mereka adalah Mutiara Nawansari (Fakultas Matematika dan Imu Pengetahuan Alam), Lutfia Rahmannisa (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan), dan Alamsyah Yahya Nugraha (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), dengan dosen pembimbing Ferry Faizal, Ph.D dari FMIPA Unpad.

Sepeda buatan mereka menggunakan energi dari matahari. Sepeda yang bernama “Easy Bike” ini lebih ramah lingkungan daripada sepeda listrik lain yang saat ini beredar di pasaran.

“Karena kalau sumber energi dari PLN itu masih menggunakan energi fosil juga. Jadi, kalau kita menggunakan sepeda listrik terus charge di PLN itu akan sama saja, kita masih menggunakan bahan bakar fosil. Nah, makanya kita membuat charging station yang dari panel surya. Supaya sepeda ini dapat menghasilkan emisi karbon yang benar-benar 0,” tutur Mutiara Nawansari, salah satu inisiator Easy Bike.

easy bike unpad

Menggunakan energi dari matahari, Easy Bike lebih ramah lingkungan daripada sepeda listrik lain yang saat ini beredar di pasaran. Foto: Istimewa.

Awal Mula Ide Easy Bike Tercetus

Penelitian ini berangkat dari inisiasi Student Energy Chapter Unpad sejak tahun 2019, di mana Mutiara dan tim turut berpartisipasi aktif di organisasi tersebut. Tujuannya, penggunaan kendaraan bermotor di dalam kampus dapat berkurang dan beralih menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan.

Namun, kontur kampus Unpad memiliki banyak jalan menanjak, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa yang ingin bersepeda. Untuk itu, mereka berharap sepeda listrik ramah lingkungan dapat menjadi solusi.

“Kami pikir, bagaimana caranya ketika naik sepeda tapi tidak capek saat menanjak. Di situ kami tambahkan motor. Ketika capai menggowes, kita nyalakan motornya. Jadi ini solusi untuk Unpad yang konturnya naik turun,” ujar Mutiara.

Bentala Technology pernah melakukan riset, yang menyatakan adanya lebih dari 1,3 juta ton emisi karbon per tahun di lingkungan kampus Unpad.

Mutiara dan tim memperhitungkan masalah ini. Jika mahasiswa di kampus Unpad menggunakan sepeda listrik tersebut, maka lebih dari seribu ton karbon dioksida akan tereduksi.

easy bike unpad

Kontur kampus Unpad dengan banyak jalan menanjak menjadi tantangan bagi mahasiswa yang ingin bersepeda. Untuk itu, para inovator berharap sepeda listrik ramah lingkungan dapat menjadi solusi. Foto: Istimewa.

Keuntungan Easy Bike Selain Nol Emisi

Selain keunggulan pemakaian tenaga matahari untuk mengisi daya, dan tidak menghasilkan emisi sedikit pun pada saat pemakaian maupun saat pengisian, sepeda ini juga memiliki akses ke Radio Frequency Identification (RFID), sehingga terintegrasi dengan kartu e-money dengan sistem penyewaan pay as you go. Ada juga fitur penghitung kalori pada sepeda ini.

Tim pengembang easy bike akan membuat sejumlah stasiun pengisian daya atau charging station di lingkungan kampus, serta shelter atau tempat penyimpanan sepeda.

Pengembalian sepeda dapat Anda lakukan di shelter mana pun dengan sistem locking sepeda yang akan otomatis mengisi daya saat terkunci.

Sepedanya juga terhubung dengan aplikasi bentala supaya pemakainya dapat mengakses data sisa saldo, sisa menit yang untuk menggunakan sepeda, lokasi sepeda yang tersedia, akumulasi jarak tempuh, dan denyut nadi pemakainya.

“Jadi fungsi shelter itu akan ada dua. Fungsi yang pertama itu charge dan fungsi yang kedua itu adalah fungsi keamanan. Jadi kita bisa menjalankan locking system. Ketika sepeda masuk ke shelter tersebut, sepeda tersimpan, dan akan terkunci sekaligus terisi dayanya dan termasuk juga melindungi dari hujan, karena di atapnya terdapat panel surya,” tutur Kenny, Ketua Student Energy Unpad. 

easy bike unpad

Tim pengembang easy bike akan membuat sejumlah stasiun pengisian daya atau charging station di lingkungan kampus, serta shelter atau tempat penyimpanan sepeda. Foto: Istimewa.

Baca juga: Gencarkan Jalan Kaki dan Bersepeda, Kalahkan Polusi Udara

Sistem Pengisian Saldo dengan Kartu Mahasiswa

Easy bike nantinya bisa dipakai dengan mekanisme sewa menggunakan kartu mahasiswa. Sistem keamanan easy bike sudah lengkap dengan GPS, untuk mengantisipasi pencurian sepeda.

“Penyewaan dengan KTM. Sistemnya mungkin seperti Transjakarta atau MRT. Tap in, tap out, isi saldo ke dalam KTM,” ucap Mutiara.

Sepeda listrik Easy Bike kini masih dalam tahap uji coba di lingkungan Unpad. Jarak tempuhnya bisa mencapai 30 km dengan kecepatan maksimal 25 km/jam. Sementara itu, pengisian ulang daya menggunakan tenaga surya perkiraannya memerlukan waktu 2 jam hingga baterai penuh.

Ferry Faizal mengatakan, “Jadi pihak Universitas turun langsung di situ membiayai untuk 2 prototipe sepeda yang dibuat. Tentu saja kami ingin ini diimplementasikan di kampus dan juga kalau bisa jadi model bisnis. Misalnya model bisnis di tempat-tempat lain, tempat pariwisata dan sebagainya.”

Easy bike rencananya mulai diproduksi massal dan bisa dimanfaatkan bagi komunitas akademik (misalnya: dosen dan mahasiswa) untuk mobilitas di dalam kampus pada tahun 2021 mendatang. Inisiasi untuk mengembangkan sepeda listrik bertenaga surya ini mendapat dukungan dari sejumlah mitra.

Salah satunya adalah Bank BRI Syariah yang menyumbangkan dana sekira Rp 50 Juta kepada Unpad. Target produksinya adalah 30 Easy Bike dan beberapa stasiun pengisian dayanya.

Sepeda listrik tenaga surya ini menggunakan kapasitas baterai 360 watt dan motor jenis rear hook 350 watt. Baterai dalam kondisi penuh bisa digunakan untuk menempuh jarak hingga 50 km.

Penulis: Agnes Marpaung

Sumber:

Laman Universitas Padjadjaran

Laman Universitas Padjadjaran (2)

Top
You cannot copy content of this page