Masker Wajah FFUI dari Ekstrak Biji Markisa ini Kaya Antioksidan

Reading time: 2 menit
Produk inovasi masker wajah dari ekstrak biji markisa ini kaya antioksidan. Foto: UI

Indonesia saat ini sedang dalam kondisi masa peralihan ke musim panas, cuaca pun terasa lebih terik sehingga perlu mewaspadai paparan sinar ultraviolet (UV). Untuk mengatasinya, tim riset dari Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) menghasilkan produk inovasi masker wajah dari ekstrak biji markisa yang kaya antioksidan.

Selain menggunakan tabir surya, mengonsumsi makanan, minuman, dan suplemen tinggi antioksidan juga mampu mencegah efek buruk dari radikal bebas. Antioksidan berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari efek radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit.

Tubuh secara alami akan menghasilkan radikal bebas sebagai zat hasil dari proses metabolisme. Selain itu, radikal bebas juga bisa berasal dari luar tubuh, seperti polusi udara, asap rokok, pestisida, atau obat-obatan.

“Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, pada bagian biji markisa mengandung kadar flavonoid dan polifenol yang cukup tinggi. Senyawa tersebut memiliki khasiat sebagai antioksidan dan potensi mencerahkan kulit,” kata Peneliti FFUI Raditya Iswandana dalam keterangannya.

Ia juga menyampaikan, oksidasi pada sel tubuh dapat menyebabkan banyak efek buruk. Seperti memicu kanker, penyakit degeneratif, dan mempercepat penuaan dini. Oleh karena itu, biji markisa yang mengandung antioksidan dan antitirosinase dapat kita gunakan pada produk perawatan kulit.

Kandungan tersebut bermanfaat untuk mencegah penuaan dini, mengurangi kerutan, dan mencerahkan kulit.

Peneliti FFUI Raditya Iswandana. Foto: UI

Manfaat Masker Wajah bagi Kesehatan Kulit 

Krim masker hasil inovasi Tim Riset FFUI ini, dapat perempuan maupun laki-laki gunakan. Selain itu, bisa pengguna aplikasikan di malam hari pada wajah yang telah kita bersihkan.

Raditya juga sangat menyarankan untuk memulai perawatan kulit dengan antioksidan sejak usia muda. Tujuannya untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif dalam mencegah penuaan dini.

Tak hanya itu, penggunaan rutin masker ekstrak biji markisa dapat memberikan hasil yang optimal. Namun, hasil setiap orang akan berbeda-beda, bergantung dari kondisi kulit pengguna. Jika menggunakan masker secara rutin selama satu bulan, perubahan yang signifikan pada kulit dapat terlihat.

Hasilnya seperti kulit yang terlihat lebih lembap, lebih sehat, dan cerah. Penggunaan lebih lanjut akan mengurangi noda hitam pada kulit. Kemudian, dapat mengurangi lingkaran hitam pada mata dan kerutan pada kulit wajah.

“Biji markisa ini diekstrak dengan pelarut yang relatif aman dan diformulasi menjadi masker dengan bahan-bahan yang non iritan dan aman untuk kulit. Oleh karena itu, produk ini harapannya tidak menyebabkan efek samping,” paparnya.

Dalam mengembangkan produk-produk inovatif tersebut, tim peneliti memerlukan waktu kurang lebih satu tahun. Lalu ada proses untuk mengoptimalkan metode ekstraksi, fraksinasi, dan formulasi produk.

Bersama dengan Raditya, inovasi ini juga dapat dukungan dari sejumlah peneliti lainnya. Raditya berharap, ke depannya agar produk ini dapat masyarakat luas kembangkan untuk hilirisasinya.

Penulis : Dini Jembar Wardani

Editor : Ari Rikin

Top