KMPA UNJ Bawa Misi Pendakian Menuju Gunung Everest 2023

Reading time: 2 menit
KMPA UNJ saat menaklukkan puncak Carstensz. Foto: KMPA UNJ

Jakarta (Greeners) – Setelah sukses menaklukkan beberapa pendakian, Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) Eka Citra Universitas Negeri Jakarta (UNJ), akan menaklukkan Gunung Everest. Gunung tertinggi di dunia ini memiliki tinggi mencapai 8.848 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pendakian ini menjadi bagian rangkaian dari Indonesia Green Expedition 7 Summits.

Indonesia Green Expedition 7 Summits menjadi agenda yang KMPA Eka Citra UNJ lakukan sejak tahun 2011 lalu. Pada pendakian sebelumnya, mereka telah berhasil mendaki beberapa puncak, di antaranya Mt Elbrus Rusia (2011). Lalu Mt Carstensz Pyramid Indonesia (2012) dan Mt Kilimanjaro Tanzania (2012). Tak hanya itu, mereka pun pernah menaklukkan Aconcagua (2014). Lalu Mt Denali di Alaska masuk dalam target mereka.

Selanjutnya puncak Trikora, Wamena (2016) dan pada 2017 mereka berhasil mendaki puncak Dhampus Peak, Dhaulagiri Range, Nepal.

Pendakian ke gunung tertinggi, Everest menjadi pelengkap untuk menyempurnakan misi dari Indonesia Green Expedition 7 Summits pada tahun 2023 nanti. Gunung Everest merupakan gunung tertinggi yang terletak di Mahalangur Himal di Himalaya perbatasan antara Nepal dan daerah otonomi Tibet, China.

Para pendaki membutuhkan waktu sekitar 45 hari untuk bisa mencapai puncaknya. Tekanan udara di puncak Everest hanya sepertiga dari tekanan udara di wilayah yang setara dengan permukaan laut.

Perwakilan dari KMPA Eka Citra UNJ Yabez Gideon mengungkapkan, berbagai persiapan baik mental maupun fisik mereka lakukan untuk memastikan proses pendakian. KMPA Eka Citra UNJ mengikutsertakan tiga orang yang akan menaklukkan gunung tertinggi di dunia ini.

“Persiapan kita mulai dari pembentukan tim, latihan fisik, latihan teknik, belajar mengenai karakteristik gunung yang akan didaki. Selain itu juga mengenal peralatan pendakian di gunung es, jadi semuanya akan kita persiapkan di Indonesia,” kata Yabez dalam Program Sabi bersama Greeners, akhir pekan lalu.

Persiapan Matang Dalam Pendakian Gunung Everest

Untuk menaklukkan gunung tertinggi di dunia, perlu persiapan matang. Salah satunya memahami medan gunung tersebut. Misalnya, saat pendakian di Mr. Carstensz yang lalu para pendaki diterpa badai hujan salju sehingga medan pendakian tertutup kabut.

“Ini merupakan tantangan karena kita tak bisa memperkirakan apa yang akan terjadi di sana. Saat pendakian Mr. Carstensz itu yang terlihat pemandangannya hanya putih, tertutup kabut,” imbuhnya.

Yang tak kalah penting, setiap pendaki harus menjaga komitmen dalam menjaga kelestarian alam. Seperti halnya misi dari Indonesia Green Expedition 7 Summits. Para pendaki tak sekadar cukup puas dengan berhasil menaklukkan gunung atau sekadar berfoto ria di spot pendakian. Akan tetapi, harus memaknai dan menjaga sikap cinta terhadap lingkungan.

“Ketika kita di sebuah tempat yang asing, tempat orang masa kita mengotori tempat itu. Akan lebih baik kalau kita yang punya tujuan khusus, bertanggung jawab menjaga tempat itu juga,” ucapnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top

You cannot copy content of this page