5 Hewan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Reading time: 2 menit
Anjing dan Kucing
Anjing dan Kucing berpotensi tertular Covid-19. Foto: shutterstock.com

Jakarta (Greeners) – Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 tak luput menyerang satwa dan hewan peliharaan. Setidaknya terdapat lima kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang penularannya diketahui dari manusia ke hewan. Kelima hewan tersebut di antaranya dua ekor anjing dan satu ekor kucing di Hongkong, satu ekor kucing di Belgia, dan satu ekor harimau yang berada di Kebun Binatang Bronx New York, Amerika.

Drh. Tri Satya Putri Naipospos, Ketua Komisi Ahli Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veternier, dan Karantina Hewan, Kementerian Pertanian mengatakan menurut data World Animal Health Information System (WAHIS) atau Organisasi Kesehatan Hewan Dunia mengonfirmasi lima kasus positif korona pada hewan.

Baca juga: RUU Cipta Kerja Berisiko Gagalkan Komitmen Iklim Indonesia

“Dari lima kasus itu, dua ekor anjing milik satu rumah tangga yang pemiliknya sakit dan positif Covid-19 di Hongkong. Hal yang sama juga terjadi pada satu ekor kucing di Belgia yang tertular dari pemiliknya positif Covid-19. Begitu juga kucing yang ada di Hongkong. Sedangkan, untuk harimau yang positif di kebun binatang diasumsikan berasal dari pekerja kebun binatang positif Covid-19, tetapi tidak memunjukkan gejala,” ujar dokter yang akrab disapa Tata kepada Greeners, Sabtu, (19/04/2020).

Menurutnya, penularan virus pada kelima kasus tersebut melalui manusia ke hewan. Hal itu disebabkan karena adanya kontak dekat antara anjing atau kucing dengan orang yang sakit dan positif Covid-19.

Tata menjelaskan pada kasus dua ekor anjing dan satu ekor kucing di Hongkong tidak menunjukkan gejala sakit. Artinya, infeksi tidak mampu menimbulkan gejala sakit Covid-19 pada tubuh anjing atau kucing. Jika melihat riwayat zoonosis satwa liar seperti SARS, MERS, Ebola, Marburg, kata dia, penularan itu terjadi hanya satu kali (single introduction).

Anjing dan Kucing

Foto: shutterstock.com

“Sampai saat ini baik Organisasi Kesehatan Hewan Dunia maupun Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan belum ada bukti bahwa hewan peliharaan atau hewan kesayangan bisa menular ke manusia,” ujarnya.

Ia menuturkan, lebih dari dua juta kasus Covid-19 pada manusia, hanya ada lima kasus positif pada hewan. Sedangkan kasus penularan dari anjing atau kucing ke manusia tidak ada. “Anjing atau kucing diuji berkali-kali dan hasil uji terakhir negatif. Sudah dikeluarkan dari karantina 14 hari tanpa sakit. Jadi, masyarakat tidak perlu dibuat panik,” kata dia.

Baca juga: Volume Sampah Rumah Tangga di Depok Meningkat Selama WFH

Melansir dari theguardian.com, penelitian di China mengungkapkan Covid-19 dapat menular di antara kucing. Penelitian yang dilakukan oleh Harbin Veterinary Research Institute China ini menemukan bahwa kucing sangat rentan terhadap Covid-19 dan mampu menularkan virus melalui tetesan (droplet) ke kucing lain.

Temuan ini mengikuti laporan terbaru mengenai kucing peliharaan di Belgia yang terinfeksi Covid-19. Sekitar seminggu setelah pemilik kucing mulai menunjukkan gejala, kucing tersebut juga mengalami kesulitan bernapas, diare, dan muntah. Setelah dites oleh dokter hewan di Universitas Liège, kucing tersebut diketahui terinfeksi coronavirus.

Prof Eric Fèvre, Ahli Penyakit Menular Hewan dan Veteriner dari Universitas Liverpool mengatakan masyarakat harus melakaukan upaya pencegahan dengan mencuci tangan saat memegang hewan peliharaan mereka dan menghindari kontak terutama jika positif Covid-19.

Penulis: Dewi Purningsih

Top