Mencuci Tangan Kebiasaan Baik Cegah Penularan Penyakit

Reading time: 2 menit
Mencuci tangan harus jadi kebiasaan baik di masyarakat mencegah penyakit. Foto: Freepik

Jakarta (Greeners) – Pandemi Covid-19 membuat mencuci tangan menjadi bagian dari protokol kesehatan. Namun terlepas dari pandemi, mencuci tangan harus menjadi kebiasaan sehari-hari untuk mencegah penyakit karena bakteri dan virus.

Dunia memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia setiap 15 Oktober. Kemitraan Cuci Tangan Global pertama kali mencetuskan peringatan ini pertama kali pada tahun 2008.

Peringatan Global Handwashing Day ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat di seluruh dunia pentingnya cuci tangan bagi kesehatan.

Namun data UNICEF yang tercantum dalam Preliminary DRAFT Baseline Household Knowledge, Attitudes and Practices (KAP) of Sanitation and Hand Washing Practices Survey Results 2014 melaporkan sebanyak 75,5 % masyarakat Indonesia tidak mencuci tangan karena menganggap tangan mereka bersih.

Efek Negatif Munculkan Penyakit

Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Prof Budi Haryanto mengungkapkan, ada dampak buruk apabila tidak mencuci tangan. Tubuh manusia mudah terkontaminasi bakteri dan virus.

“Efek negatifnya adalah mudah terkontaminasi oleh material-material yang bisa berupa bakteri, virus, senyawa kimia dan beracun yang kontak dengan makanan, minuman, peralatan makan, hidung, mulut, dan mata. Kemudian masuk ke dalam tubuh dan bisa berefek gangguan kesehatan atau penyakit,” paparnya kepada Greeners, Kamis (13/10).

Mencuci tangan dengan air mengalir lebih baik. Tetapi mencuci tangan menggunakan hand sanitizer juga baik jika dilakukan dengan cara yang benar.

“Kalau ada air mengalir dan sabun lebih baik. Tetapi ketika tidak tersedia, menggunakan hand sanitizer dengan cara yang benar juga baik,” sambungnya.

Budi mengatakan, cuci tangan lebih menjadi kebiasaan bagi banyak orang karena sudah tahu manfaatnya. Jangan sekadar menjadi kebiasaan saat pandemi.

Hari Mencuci Tangan: Menyorot Rendahnya Kesadaran CTPS di Kala Pandemi

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) esensial dalam menekan laju penyebaran Covid-19. Foto: Shutterstock.

Jadikan Mencuci Tangan Sebagai Kebiasaan

Mengacu pada data UNICEF di atas, Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Tangerang Selatan Mustakim mengatakan, perbedaan pandangan masyarakat terhadap kebiasaan cuci tangan merupakan hal yang wajar. Ada sejumlah faktor yang menjadi sebabnya seperti tingkat pendidikan dan pengetahuan yang berbeda.

“Saya pikir hal itu wajar. Distorsi isu di masyarakat yang cukup luas membuat cuci tangan menjadi suatu perilaku yang belum menjadi kebiasaan. Artinya, perbedaan tersebut memang disebabkan oleh banyak faktor termasuk budaya,” ungkapnya.

Mustakim juga menyebut, cuci tangan sangat penting. Kegiatan itu sebagai tindakan mencegah diri dari bakteri atau virus.

“Sangat penting. Dengan mencuci tangan, kita sudah berusaha melakukan pencegahan. Atau meminimalisir ancaman bakteri atau virus yang menempel di tangan dan berpotensi menjadi penyakit dalam diri kita,” tuturnya.

Melalui peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia 2022 ini, Mustakim mengajak masyarakat mencuci tangan sebagai bentuk pencegahan terhadap penyakit.

Seperti Mustakim, Budi juga berharap kegiatan cuci tangan dapat menjadi kebiasan bagi masyarakat untuk menerapkan hidup bersih dan sehat.

Penulis : Fitri Annisa

Editor : Ari Rikin

Top

You cannot copy content of this page