Berita
Dalam puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2017, di Pantai Kenjeran, Surabaya, Wapres Jusuf Kalla menekankan kepada semua industri agar turut bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya.
Sebelas Kementerian akan menyusun empat rencana aksi nasional untuk mengatasi permasalahan sampah di laut.
Penelitian terbaru terkait paus Beluga dan angsa Brent menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap pemanasan global membuat ketahanan hidup kedua spesies ini semakin sulit diprediksi.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan KKP terus mengupayakan penanganan dampak sampah plastik di wilayah pesisir dan laut.
Patrick Thomas, President Plastics Europe, mengatakan, kebiasaan dan perilaku buruk masyarakat terhadap apapun yang mereka konsumsi, seringkali menjadi penyebab penumpukan sampah.
Sekitar 90 persen terumbu karang dunia diprediksi akan menghilang pada tahun 2050. Kepunahan terumbu karang ini merupakan ancaman penting bagi ratusan juta orang di beberapa negara berkembang di dunia.
Penerapan kebijakan pengurangan jumlah tangkapan pada sektor perikanan ternyata berpotensi meningkatkan ketahanan pangan global dalam jangka panjang.
Greenpeace menilai paparan yang disampaikan oleh Wakil Presiden dan Menko Maritim dalam World Ocean Summit 2017 masih belum berani membuka apa yang sebenarnya terjadi di Indonesia pada forum internasional.
Indonesia berambisi akan mengurangi 70 persen sampah plastik hingga tahun 2025. Ambisi ini diluncurkan melalui Rencana Aksi Nasional untuk menanggulangi sampah plastik di laut.
Indonesia menyatakan memberikan perhatian yang besar pada isu kelautan, diantaranya penanggulangan penangkapan ikan berlebihan dan penanganan illegal fishing.
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla menyatakan, sebagai negara kepulauan, Indonesia harus memiliki konektivitas yang cepat dan efektif untuk mengembangkan potensi laut yang besar.
Peristiwa bencana alam yang cenderungan naik dalam kurun waktu 2008 hingga 2016, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diharapkan mampu untuk menjadi pilar utama penanggulangan bencana di wilayah.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Selasa (21/02), disebabkan oleh adanya area konvergensi tepat di sekitar wilayah Jakarta yang membuat pertumbuhan awan hujan menjadi sangat kuat.










































