BPBD Wajib Tingkatkan Kapasitas untuk Penanggulangan Bencana

Reading time: 1 menit
penanggulangan bencana
Bencana banjir bandang yang terjadi di Garut pada September tahun 2016 lalu. Bencana akibat rusaknya DAS Cimanuk tersebut mengakibatkan 23 orang meninggal dunia. Foto: Sutopo/BNPB

Jakarta (Greeners) – Peristiwa bencana alam mengalami kecenderungan naik dalam kurun waktu 2008 hingga 2016. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan angka bencana pada Januari 2017 sejumlah 303 kejadian dengan jumlah korban meninggal 19 jiwa, menderita 178.604 jiwa, dan kerusakan rumah hingga ribuan unit.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Utama BNPB Dody Ruswandi Dody menyatakan agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mampu untuk menjadi pilar utama penanggulangan bencana di wilayah. Ia mengaku bahwa pihaknya akan mendukung segala kegiatan penanggulangan bencana yang dilaksanakan oleh BPBD-BPBD baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Berbagai bantuan serta penguatan pun, dikatakannya, telah diberikan oleh BNPB untuk memperkuat kelembagaan maupun Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah.

BACA JUGA: Tahun 2016 Tercatat Sebagai Rekor Tertinggi Bencana Sejak 2012

“Kami juga selalu mengingatkan kepada semua BPBD bahwa solidaritas antar BPBD, baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota perlu terus dipupuk dan dibangun,” kata Dody, mengutip dari keterangan resmi yang diterima oleh Greeners pada pembekalan BPBD provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia di Hotel Sahid Raya, Yogyakarta, Rabu (22/02).

Sebagai informasi, pembekalan BPBD seluruh Indonesia ini merupakan bagian kegiatan rapat kerja nasional (rakernas) yang berlangsung pada 21 hingga 24 Februari 2017 dengan tema ‘Mewujudkan BPBD yang Tangguh, Teruji dan Profesional dalam Bingkai Kebersamaan.’ Sekitar 2.500 perwakilan BPBD provinsi, kabupaten dan kota yang dipimpin oleh kepala pelaksana menghadiri rapat akbar ini.

BACA JUGA: BMKG: Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPBP, pada kesempatan raker ini mengatakan, BNPB juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan 19 lembaga, antara lain kementerian/lembaga, perguruan tinggi, asosiasi, sektor swasta, organisasi keagamaan dan organisasi masyarakat. Penandatanganan ini wujud kolaborasi berbagai pihak dalam penanggulangan bencana.

BNPB juga menggelar pameran produk peralatan dan perlengkapan penanggulangan bencana dari berbagai perusahaan, BPBD DI Yogyakarta, BNPB, Rumah Sakit lapangan, hingga peralatan Urban Search and Rescue (USAR).

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page