Global Mangrove Alliance Targetkan Pemulihan 20 Persen Habitat Mangrove

Reading time: 2 menit
habitat mangrove
Hutan mangrove. Foto: wikimedia

Bali (Greeners) – The Nature Conservancy, Conservation International, dan World Wide Fund For Nature (WWF) meluncurkan sebuah gerakan tingkat dunia bertajuk ‘Global Mangrove Alliance’ untuk pemulihan 20 persen habitat mangrove pada 2030. Peluncuran yang dilakukan di acara World Ocean Summit 2017 di Bali ini dilakukan untuk membangun aliansi global dengan memanfaatkan keahlian, dana, pengetahuan, sumber daya, keterampilan yang beragam dan meningkatkan perhatian pada peran penting mangrove sebagai ekosistem pesisir.

Maria Damanaki, global managing director, oceans dari The Nature Conservancy, mengatakan, saat ini aliansi sedang mengembangkan rencana kerja berdasarkan konsultasi bersama dengan para ahli. Nantinya, gerakan ini akan diperluas secara lokal, regional dan global bersama dengan masyarakat, pemerintah dan pemimpin dari tiap sektor swasta yang bersedia memberikan komitmennya untuk menghentikan dan mengembalikan hutan mangrove yang telah hilang 50 persen dari habitat dunia selama setengah abad terakhir.

BACA JUGA: Setiap Tahun Indonesia Kehilangan 52 Ribu Hektar Ekosistem Mangrove

“Saat ini memang terlihat hanya orang-orang yang hidup di dalam dan sekitar hutan mangrove yang merasakan manfaatnya. Tetapi penting diketahui bahwa orang-orang di seluruh dunia pun sudah cukup sadar akan dampak positif dari habitat mangrove yang terjaga bagi planet ini,” katanya, Bali, Jumat (24/02).

Hutan mangrove, katanya, berfungsi sebagai transisi antara laut dan lingkungan darat, menyediakan perlindungan dari dampak perubahan iklim dengan menyerap energi dari gelombang laut dan gelombang badai, beradaptasi dengan naiknya permukaan laut dan menstabilkan garis pantai dari erosi.

BACA JUGA: 90 Persen Terumbu Karang Dunia Diprediksi Akan Punah pada 2050

Senior vice-president, oceans dari World Wide Fund for Nature (WWF) Brad Ack menambahkan, meskipun mangrove telah lama dianggap penting bagi masyarakat pesisir, namun kenyataan yang terjadi, hutan mangrove terus tergerus dan diperkirakan sebanyak satu persen hutan mangrove di dunia hancur setiap tahun. Jika tingkat kehilangan terus berlangsung dan tidak dihentikan, terusnya, maka seluruh habitat mangrove bisa hilang dalam 100 tahun ke depan.

“Ini pekerjaan yang penting untuk dilakukan. Oleh karena itu fokus pada peningkatan kesadaran akan pentingnya peran mangrove sebagai investasi global dalam ketahanan pesisir dan pengelolaan pesisir terpadu sangat penting,” kata Brad Ack.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page