Waspada Dua Virus Baru Mengancam Indonesia

Reading time: 2 menit
Masyarakat perlu mewaspadai penularan virus baru salah satunya cacar monyet. Foto: Shutterstock

Jakarta (Greeners) – Dunia khususnya Indonesia perlu mewaspadai potensi penularan virus yang saat ini mulai marak melanda sejumlah negara. Dua virus yang semakin mengancam dan menjadi perhatian dunia tersebut yaitu virus tersebut yaitu virus Hendra dan Monkeypox.

Ahli Kesehatan Lingkungan dan Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman mendorong, Pemerintah Indonesia untuk mewaspadai hal itu. Keberadaan dua virus itu mengancam wilayah rentan dengan kondisi lingkungan yang buruk dan miskin seperti di Afrika dan Asia, termasuk Indonesia.

Virus yang bisa bermutasi dari hewan ke manusia yang merupakan anggota Henipavirus. Virus ini  mengancam karena bisa menyebabkan fatalitas dan dampak klinis yang serius. Dua virus tersebut merupakan penyakit yang menular berasal dari kelelawar pemakan buah dan dapat menular ke hewan ternak, misalnya kuda.

“Misalnya peternakan kuda, hewan ini banyak hidup di alam liar lalu dia makan di daerah dekat kelelawar buah ini bersarang. Akhirnya rumput yang dia makanan ini tercemar kotoran kelelawar dan akhirnya tertular lalu ke manusia,” kata Dicky baru-baru ini.

Dicky menyebut, penyakit ini menyebabkan gangguan pernapasan hingga radang otak. Bahkan memiliki rasio kematian yang tinggi yakni 50 hingga 100 persen.

“Sejauh ini infeksi antar orang ke orang terdeteksi. Manusia ke manusia umumnya terjadi di keluarga dalam satu rumah kemudian di layanan kesehatan. Meski bukan seperti Covid-19 yang penularannya lewat udara, tapi bisa melalui droplet yang menjadi sumber penularan,” paparnya.

Virus Monkeypox Juga Perlu Masyarakat waspadai

Selain pandemi Covid-19, perhatian utama masyarakat dunia kini mulai beralih pada penyakit zoonosis monkeypox atau cacar monyet. Kasus cacar monyet ini paling banyak ditemukan di Afrika Tengah dan Barat dan mulai mewabah hingga ke Inggris, Portugal dan Spanyol.

Pemerintah Inggris mengumumkan penyakit ini pertama kali pada 7 Mei 2022. Seseorang yang melakukan perjalanan dari Inggris ke Nigeria. Orang ini tinggal Nigeria dan kemudian kembali ke Inggris terjangkit penyakit ini.

Virus monkeypox termasuk anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae. Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar Smallpox) dan juga virus vaccinia.

Monkeypox menular ke manusia pertama kali tercatat tahun 1970 tepatnya di Republik Demokratik Kongo. Kemudian pada tahun 2003, Amerika Serikat melaporkan kasus yang memiliki riwayat kontak dengan binatang peliharaan eksotis (prairie dog) yang terinfeksi oleh tikus dari Afrika yang masuk ke Amerika.

Dicky menyatakan, gejala monkeypox seperti halnya terjadi pada penyakit flu diikuti demam, nyeri badan dan menggigil serta munculnya bintil-bintil cacar berisi air.

Ia menyebut, penularan monkeypox saat ini terbilang sangat cepat dibanding sebelumnya. Penyakit ini dapat menular baik dari hewan ke manusia dan manusia ke manusia melalui droplet. Meski potensi penularannya relatif lebih kecil daripada dengan Covid-19, namun masyarakat harus terus waspada.

Dicky mengimbau penguatan deteksi dini, utamanya di pintu masuk kedatangan penerbangan luar negeri. Pasalnya, penularan antar manusia sudah terbukti bisa terjadi.

Ia juga menyebut pentingnya penguatan skrinning. Pemerintah harus memastikan orang yang akan masuk ke Indonesia dari negara terkait sudah memiliki status vaksin dan tak memiliki gejala penyakit ini.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top
You cannot copy content of this page