Bakau Minyak, Penjaga Ekologis dan Sumber Ekonomi Warga

Reading time: 3 menit
Bakau minyak
Bakau minyak penjaga ekologis dengan beragam manfaat. Foto: Shutterstock

Bakau minyak atau Rhizophora apiculata adalah satu spesies Rhizophoraceae yang paling sering ahli temukan di Indonesia. Selain menjaga ekosistem pesisir laut, jenis flora ini juga jamak awam manfaatkan untuk berbagai keperluan.

Di Tanah Air, populasi bakau R. apiculata terbilang sangat besar. Mereka tersebar ke hampir seluruh wilayah meliputi Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, sampai Papua.

Berkat distribusinya yang luas, tumbuhan ini dikenal memiliki banyak julukan seperti bakau tandok, bakau akik, serta bakau kacang karena tanda merah yang terdapat pada daunnya.

Spesies R. mangle, R. mucronata, R. racemose, dan R. stylosa adalah saudara terdekat bakau minyak. Kelimanya tergabung dalam ordo Malpighiales serta berasal dari genus Rhizophora.

Morfologi dan Ciri-Ciri Bakau Minyak

Pohon bakau yang satu ini dapat tumbuh hingga setinggi 30 m dengan diameter batang 50 cm. Bentuk perakarannya terbilang cukup khas, serta dapat berbiak sampai setinggi 5 m.

Uniknya, kulit kayu bakau minyak yang berwarna abu-abu tua ternyata dapat berubah-ubah. Nah selain fakta tersebut, berikut ciri-ciri R. apiculata yang berhasil Greeners rangkum.

– Bentuk Daun

Daun bakau tandok terlihat memiliki kulit, warnanya hijau tua dengan corak hijau muda di bagian tengah dan kemerahan di bagian bawah. Gagangnya tumbuh sepanjang 17-35 mm.

Letak daun tersebut tampak berlawanan, berbentuk elip menyempit, serta memiliki ujung runcing. Ukurannya berkisar 7-19 x 3,5-8 cm, dengan warna gagang yang agak kemerahan.

– Tampilan Bunga

Bunga bakau minyak tergolong biseksual dengan kepala berwarna kekuningan. Bagian ini umumnya terletak pada bagian gagangnya, serta mempunyai ukuran kurang dari 14 mm.

Jika kita perhatikan, satu kelompok bunga R. apiculata biasanya terdiri atas dua helai. Daun mahkotanya tumbuh sebenyak empat helai dengan corak kuning-putih dan tidak berambut.

Panjang mahkotanya tersebut mencapai 9-11 mm. Empat kelopak bunganya mempunyai warna kuning kecokelatan, berbentuk melengkung, serta dihiasi 11-12 helai benang sari.

– Deskripsi Buah

Bakau akik mampu menghasilkan buah yang berbentuk seperti pir. Permukaan sedikit kasar, berwarna cokelat dengan panjang 2-3,5 cm. Buah ini biasanya mengandung 1-2 biji fertile.

Hipokotilnya silindris, berbintil, serta mempunyai warna hijau jingga. Diameternya mencapai 1-2 cm dengan panjang 18-38cm. Leher kotilodon flora tersebut merah jika sudah matang.

Baca juga: Xylocarpus Granatum, Spesies Bakau yang Kaya Manfaat

Habitat dan Persebaran Bakau Minyak

Bakau minyak menyukai media tanah berlumpur, halus dan tergenang saat pasang normal. Pertumbuhan akarnya cukup dalam, sehingga sulit untuk berbiak pada substrat yang keras.

Tingkat dominasi mereka bisa mencapai 90 % dari total vegetasi yang tumbuh pada lokasi tersebut. Karena itu bila tidak dikontrol, pertumbuhannya akan berlangsung cukup pesat.

Bila kita bandingkan dengan tanaman air lainnya, proses pembiakkan flora ini sejatinya cukup lambat. Akan tetapi, pembungaannya sendiri dapat berlangsung sepanjang tahun.

Perlu Anda ketahui, kumbang dan kepiting bakau merupakan musuh R. apiculata. Kedua hewan itu menghambat pertumbuhan mereka dengan menyerang ujung dan kulit akarnya.

Melansir makalah Universitas Muhammadiyah Malang, populasi bakau minyak dapat kita jumpai mulai dari Sri Lanka, Malaysia, Indonesia, Australia Tropis, serta Kepulauan Pasifik.

Kegunaan dan Manfaat Bakau Minyak

Sejak dahulu kala, spesies bakau R. apiculata telah masyarakat manfaatkan untuk berbagai kebutuhan, misalnya seperti material bangunan, kayu bakar hingga bahan pembuat arang.

Merujuk berbagai sumber, kulit kayu tumbuhan ini juga mengandung zat tanin yang tinggi. Persentasenya bisa mencapai 30% sehingga berguna sebagai pewarna alami dan penyamak.

Untuk masyarakat pesisir, cabang akar bakau bahkan bermanfaat sebagai jangkar kapal. Cabang-cabang tersebut mereka anyam, lalu diikat menggunakan batu sebagai pemberat.

Pemanfaatan bakau minyak sebagai pelindung tambak juga sering khalayak praktikkan. Selain itu, banyak pula yang menjadikannya sebagai tanaman penghijau atau penghias.

Terlepas dari semua manfaat tersebut, hutan bakau seyogianya merupakan penyeimbang ekologis serta sumber pendapatan masyarakat. Karena itu, kelestariannya wajib kita jaga.

Baca juga: Avicennia Marina, Sumber Pangan dan Obat Masyarakat Pesisir

Klasifikasi Tumbuhan Bakau Minyak 

Penulis : Yuhan al Khairi

Top
You cannot copy content of this page