Maitake, Raja Jamur yang Berguna sebagai Obat Kanker

Reading time: 2 menit
Jamur ini memiliki beragam manfaat bagi tubuh, salah satunya sebagai antikanker. Foto: Shutterstock

Tidak cuma shitake, ada banyak spesies jamur liar yang berhasil ahli temukan di Jepang. Sama seperti kerabatnya, jamur ini terbilang kaya manfaat dan sering digunakan sebagai obat. Ialah jamur maitake, spesies unik yang dijuluki sebagai “raja jamur.”

Maitake mempunyai nama ilmiah Grifola frondose. Spesiesnya pakar golongkan ke dalam ordo Polyporales, keluarga Meripilaceae, divisi Basidiomycota, serta kelas Agaricomycetes.

Kata ‘maitake’ sendiri berarti jamur menari dalam bahasa Jepang. Bukan tanpa alasan, ini dikarenakan orang-orang sangat senang menemukan jamur tersebut sampai ingin menari.

Tidak cuma itu, jamur maitake dapat berbiak hingga seukuran bola basket. Ia mempunyai permukaan buah yang berlekuk-lekuk, persis seperti jamur Agaricomycetes kebanyakan.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Maitake

Tubuh buah maitake tumbuh bergerombol, tampilannya mirip tumpukan kembang yang ditatap seperti buket. Diameternya berkisar 15-40 cm dengan tinggi mencapai 10-30 cm.

Lebar masing-masing topi 3-14 cm, bentuknya seperti telinga dengan warna kehitaman atau abu-abu kecokelatan. Jika sudah tua, warna topi tersebut berubah menjadi kekuningan.

Permukaan jamur sendiri berbulu halus atau botak. Saat muda pori-porinya berwarna abu-abu lavender, berubah menjadi putih, hingga akhirnya tampak kekuningan saat sudah tua.

Jamur maitake juga mempunyai batang yang terlihat keputihan, bercabang dan keras. Jika dibelah permukaan daging berwarna putih, tidak berbau dan tidak bisa berubah berwarna.

Bagi sebagian masyarakat, G. frondose dikenal sebagai jamur fantasi karena sulit ditemukan. Proses budi dayanya pun terbilang tidak mudah, sebab membutuhkan kondisi yang spesifik.

Habitat dan Distribusi Jamur Maitake

Maitake umumnya tumbuh di permukaan tanah serta dasar sisa-sisa pohon atau tunggul. Ia bisa kita jumpai di hutan lembap atau dasar sungai, yang ditumbuhi oleh pohon-pohon tua.

Di banyak tempat, jamur maitake berbiak di bawah pohon oak, elm, atau maple. Spesiesnya tumbuh subur sepanjang musim gugur, meskipun ada pula yang berbiak saat musim panas.

Lokasi pertumbuhan maitake relatif sama setiap tahun. Karena cukup berharga, orang-orang yang menemukan jamur tersebut biasanya enggan memberitahu lokasi pertumbuhannya.

Melansir berbagai sumber, G. frondose menyebar di beberapa bagian Jepang, China, serta Amerika Utara. Namun, namanya di Amerika Serikat baru populer selama 20 tahun terakhir.

Jamur maitake jamak masyarakat fungsikan menu sayuran atau obat. Jamur ini awam yakini menyimpan banyak manfaat, mulai dari menurunkan kadar kolesterol sampai obat kanker.

Kandungan dan Manfaat Jamur Maitake

Dalam sejumlah penelitian, ahli menemukan bahwa jamur maitake berpotensi sebagai obat antikanker. Kandungan dalam jamur tersebut ampuh menghambat pertumbuhan sel tumor.

Bukan hanya itu, pengobatan kanker dengan maitake tidak menimbulkan efek samping yang merugikan. Biayanya pun jauh lebih murah dibandingkan dengan pengobatan konvensional.

Selain obat kanker, G. frondose juga mengandung antioksidan, beta-glukan, vitamin B dan C, tembaga, kalium, serat, serta asam mino, sehingga sangat baik menjaga daya tahan tubuh.

Bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan, jamur maitake juga bebas lemak dan rendah kalori. Karena itu, jangan heran jika jamur ini sering publik manfaatkan sebagai menu diet.

Berkat kandungan yang ia miliki, mengonsumsi G. frondose sangat dianjurkan bagi penderita kolesterol dan diabetes. Namun, tetap konsumsi jamur ini dalam jumlah yang wajar, ya.

Taksonomi Spesies Grifola Frondose

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page