Potamarcha Congener, Spesies Capung Sejati Asli dari Asia

Reading time: 3 menit
Potamarcha Congener. Foto: greeners.co/Ady Kristanto

Potamarcha congener adalah sejenis capung sejati yang berasal dari keluarga Libellulidae. Ia ditemukan oleh ilmuwan Perancis bernama Jules Pierre Rambur pada tahun 1842, lalu ahli golongkan sebagai salah satu Odonata dalam genus Potamarcha.

Odonata merupakan ordo dari serangga karnivora layaknya capung. Ia terbagi ke dalam tiga subordo besar meliputi Anisozygoptera, Anisoptera (capung sejati/biasa), dan Zygoptera (capung jarum).

Di Indonesia hanya ada dua subordo yang berhasil pakar temukan, yakni Anisoptera dan Zygoptera. Mereka menyebar di hampir seluruh wilayah seperti Pulau Jawa, Sumatera, Bali dan sebagainya.

Sebagai satwa asli Nusantara, warga lokal menyebut Potamarcha congener dengan julukan Capung Sambar Perut Pipih. Meski secara global, ia populer dengan nama Yellow-tailed Ashy Skimmer.

Morfologi dan Ciri-Ciri Potamarcha Congener

Walaupun mirip, morfologi Potamarcha congener jantan dan betina memiliki sejumlah perbedaan. Secara umum, yellow-tailed ashy skimmer berukuran tubuh sedang dengan dada hitam kebiruan.

Bagian ekornya tampak kekuningan dengan corak berwarna hitam. Wajah mereka berwarna kuning-hitam atau cokelat. Mata atasnya berwarna cokelat-merah, sedang bawahnya abu-abu kebiruan.

Saat dewasa, toraks dan segmen pertama abdomen penjantan tertutupi pruinescence berwarna kebiruan. Sedang di usia muda-dewasa, corak kuning baru mulai terlihat pada pruinescence mereka.

Sang pejantan juga bisa kita identifikasi berdasarkan warna tubuhnya. Sebagian besar tubuh Potamarcha congener jantan berwarna hitam, dengan corak oranye yang tampak cukup mencolok.

Sedangkan sang betina, memiliki dada bergaris-garis dengan warna kuning dan hitam di bagian sisinya. Perut betina berwarna hitam-oranye kusam dengan lipatan di setiap sisi segmen delapan.

Perbedaan Capung Biasa dan Capung Jarum

Tidak cuma jenis kelamin, tampilan capung sambar perut pipih dan spesies capung jarum juga berbeda. Pengelompokkan ini dapat kita klasifikasi melalui karakteristik serta kebiasaan keduanya.

Karakteristik Capung Biasa:

  • Kemampuan terbang capung biasa relatif lebih tinggi, serta tampak lebih aktif
  • Mata mereka tergolong majemuka dan terlihat berhimpitan (kecuali pada famili Gomphidae)
  • Meskipun secara fisik Potamarcha congener memang lebih “kecil” daripada saudaranya, capung sejati/biasa umumnya berukuran lebih besar dengan perawakan yang lebih kokoh
  • Capung biasa memiliki sepasang sayap belakang yang lebih lebar daripada sayap depan
  • Saat sedang hinggap di ranting pohon, bagian sayap tersebut biasanya akan terbuka

Karaktersitik Capung Jarum

  • Capung jarum memiliki sayap depan dan belakang yang ukuran serta bentuknya sama
  • Saat hinggap dua pasang sayap tersebut akan mereka lipat (kecuali pada famili Lestidae)
  • Spesies Zygoptera memiliki ukuran tubuh cenderung kecil dan ramping
  • Kemampuan terbang mereka relatif rendah, serta lebih sering terlihat hinggap

Habitat dan Siklus Hidup Potamarcha Congener

Semua spesies Odonata dapat kita temukan hidup di area hutan, kebun, sawah, sungai, dan danau. Mereka juga sering terlihat beterbangan di sekitar pekarangan rumah hingga lingkungan perkotaan.

Melihat habitatnya, satwa ini bermukim mulai dari kawasan bibir pantai sampai ketinggian lebih dari 3.000 mdpl. Meski begitu, sebagian besar siklus hidupnya pasti dihabiskan berada di sekitar air.

Berbicara siklus hidup, usia maksimal Potamarca cenger dapat mencapai 6 – 7 tahun. Mereka memilih area perairan tenang seperti kolam, sawah, dan rawa-rawa untuk meletakkan telur-telurnya.

Setelah menetas, tempayak atau larva capung akan bertumbuh di dasar perairan. Bayi capung ini mengalami metamorfosis menjadi nimfa, hingga akhirnya keluar dari air sebagai capung dewasa.

Nyaris 80% masa hidup Odonota mereka lalui dalam bentuk nimfa. Ia hidup di dalam air dan bernapas dengan insang internal. Ukurannya cukup besar hingga mampu memangsa berudu dan anak ikan.

Walau dapat berbiak sampai usia tujuh tahun, masa dewasa Potamarcha congener dan jenis Anisoptera lainnya relatif singkat. Mereka hanya mampu bertahan selama empat bulan, lho!

Demikian ulasan lengkap mengenai capung sambar perut pipih yang perlu Anda ketahui. Meskipun populasinya masih sangat banyak, jangan lupa untuk senantiasa menjaga kelestarian satwa ini, ya.

Taksonomi Capung Potamarcha Congener

Penulis : Yuhan Al Khairi

Top
You cannot copy content of this page