ReWrap Gunakan Serat Batok Kelapa untuk Tas Kantor

Reading time: 2 menit
Tree Bag dari ReWrap. Foto: rewrap.edu

Industri fesyen ramah lingkungan kerap kali dianggap sebelah mata karena sering kali tidak wearable dan menggunakan desain yang seadanya. Namun, anggapan tersebut akan berubah bila melihat tas ramah lingkungan yang satu ini.

Sebuah brand asal Belanda bernama ReWrap akan menunjukkan pada Anda bahwa material bekas atau sisa dapat menghasilkan karya yang luar biasa. Lewat koleksi bertajuk Tree Bag, ReWrap menciptakan tas menarik yang terbuat dari serat batok kelapa. Dirilis pada Dutch Design Week 2015 yang diadakan akhir Oktober lalu, tas dari serat batok kelapa ini menghasilkan serat yang natural dan bentuk motif tersendiri. Siapa sangka, selain nampak chic, tas ini pun dapat tahan air.

Tree Bag dari ReWrap. Foto: ecouterre.com

Tree Bag dari ReWrap. Foto: ecouterre.com

Bagian luar tas tersebut terbuat dari 100 persen serat batok kelapa yang di pres bersama dengan getah pohon yang dapat membuat tas ini kuat dan tahan lama. Sedangkan pada bagian dalam tas terbuat dari karet alami yang telah dikeringkan dibawah sinar matahari, bagian karet ini lah yang membuat tas ini dapat anti air.

Tas ini pun dilengkapi dengan handle yang terbuat dari 100 persen kayu dari pohon walnut yang dikelola secara berkelanjutan dan memiliki sertifikasi dari Forest Stewardship Council (FSC). Dibalik materialnya yang ramah lingkungan dan memiliki desain stylish, tas ini dibuat dengan mempekerjakan para penyandang disabilitas di sebuah workshop kecil di Amsterdam.

Tree Bag dari ReWrap. Foto: storify.com

Tree Bag dari ReWrap. Foto: storify.com

Tas ini dibuat dalam dua macam ukuran, yakni medium dan besar. Dari segi desain, tas ini cocok digunakan sebagai tas kantor maupun untuk acara formal lainnya. Selain itu, tas ini bersifat unisex atau dapat digunakan oleh pria maupun wanita.

Tas ini dibanderol dengan harga 245 euro atau setara dengan 3,5 juta rupiah untuk ukuran medium dan 275 euro atau 4 juta rupiah untuk ukuran besar. Bagaimana menurut Anda, cukup sepadankah harga dengan kerja keras produksi tas tersebut?

Penulis: DR/G16

Top

You cannot copy content of this page