Segara, Biarkan Alam Ini Lestari Sampai ke Anak Cucu

Reading time: 2 menit
Segara Banyu Bening. Foto: greeners.co/Gloria Safira

Jakarta (Greeners) – Pemandangan alam yang indah tidak habis menginspirasi siapa saja, termasuk juga Segara Banyu Bening. Pelantun lagu “Melepas Senja” ini mengajak penggemarnya untuk mengirimkan foto matahari di pagi hari dari daerahnya masing-masing. Foto-foto tersebut dikirimkan melalui media sosial untuk pengerjaan video lirik lagu terbaru Segara bertajuk “Menyambut Fajar”.

“Aku melibatkan mereka karena aku tahu Indonesia indah banget. Enggak mungkin hanya mengandalkan foto-foto yang aku ambil saja karena terbatas, paling Jakarta dan paling jauh di Bandung. Nah, tapi yang (dari penggermar) ini ada yang dari Atambua, Sumatera Utara, Kalimantan, Sulawesi. Itu luar biasa dan teman-teman pada antusias,” ujarnya kepada Greeners saat di temui di sebuah acara di Jakarta (04/05) lalu.

Konsep mengumpulkan foto-foto fajar dalam video lirik lagu “Menyambut Fajar”, menurut Segara, dilakukan karena sejak kecil keluarganya hidup menyatu dengan alam. Luas bangunan rumahnya yang lebih kecil dari luas taman, membuat ia bersama tiga kakaknya sering bermain di alam terbuka dan melihat keindahan alam yang begitu nyata saat bermain di halaman rumahnya.

Segara mengatakan dirinya memiliki imajinasi yang unik bukan hanya karena pengalaman pribadi, melainkan juga karena didikan untuk mencintai lingkungan dari keluarganya. Ia pun mengaku terpesona saat menyaksikan sendiri keindahan fajar. Kala itu, ia merasa bersyukur dengan keindahan yang Tuhan ciptakan untuk dapat dinikmati oleh manusia.

“Menurut aku, komposisi warna yang tercipta dari pantulan sinar matahari fajar luar biasa bagusnya. Nah, dari situ aku jadi cinta sama fajar dan aku lebih mencintai karya Tuhan mulai dari matahari, langit, awannya, hingga ke bintang-bintang,” ujarnya.

Anak ke empat dari penyanyi lawas Ebiet G. Ade ini berharap agar keindahan fajar yang ia rasakan dapat dirasakan hingga puluhan tahun mendatang.

“Kita sudah dikasih anugerah yang luar biasa yaitu alam,ya jangan dirusak karena menurut aku itu bentuknya bukan dikasih tapi titipan. Jadi kita harus ingat, walaupun kita mati 50 sampai 60 tahun lagi, tapi nanti pada saatnya anak kita yang akan tinggal disini. Jangan sampai kita tidak menyisakan apa-apa untuk anak kita. Biarkan alam ini lestari sampai ke anak cucu,” katanya.

Penulis: Gloria Safira

Top
You cannot copy content of this page