Mengenal Empat Jenis Disinfektan

Reading time: 3 menit
Isopropil Alkohol
Foto: shutterstock.com

Untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona, berbagai fasilitas publik seperti stasiun, bandara, terminal, hingga halte bus dilakukan penyemprotan cairan disinfektan. Sterilisasi dilakukan di lingkungan yang menjadi pusat kerumunan dan berpotensi menjadi medium perkembangan virus. Di berbagai medium, virus korona mampu bertahan berjam-jam, misalnya pada tembaga, virus dapat bertahan selama empat jam, di kardus 24 jam, dan 2 hingga 3 hari pada plastik maupun stainless steel.

Selain rajin mencuci tangan dan menjaga jarak fisik, kebersihan barang-barang di rumah harus diperhatikan khususnya pada permukaan yang sering tersentuh. Benda seperti gagang pintu, lemari, meja, maupun perabotan rumah tangga lain harus dibersihkan secara berkala. Cairan disinfektan yang banyak dijual juga terdiri dari berbagai pilihan dan kandungan yang masing-masing memiliki aturan penggunaan. Untuk itu, Greeners telah merangkum beberapa zat disinfektan yang dapat digunakan secara aman.

1. Isopropil Alkohol

Isopropil alkohol merupakan zat yang dibuat oleh hidrasi propilen tidak langsung (CH2CHCH3). Meskipun zat ini dinilai lebih beracun daripada etanol, ia memiliki lebih sedikit efek kering pada kulit. Disinfektan ini sangat umum digunakan di perusahaan farmasi, rumah sakit, dan ruang kebersihan.

Kefektifan 2-Propanol ini tergantung pada seberapa pekatnya zat. Pada konsentrasi 60 persen dan 90 persen, Isopropil alkohol adalah agen yang sangat efektif melawan bakteri mikroba, jamur, dan virus. Konsentrasi yang lebih tinggi tidak cukup efektif melawan mikroorganisme berbahaya, sehingga konsentrasinya harus cukup signifikan mengandung komposisi air dan alkohol isopropil agar efektif. Persentase air setidaknya harus lebih dari 10 persen di dalam larutan. Sehingga pada campuran 30 persen air dengan 70 persen Isopropil alkohol dapat bekerja.

Isopropil alkohol bisa dijadikan disinfektan yang efektif untuk banyak patogen, termasuk coronavirus selama konsentrasinya 70 persen. Sebagian besar alkohol memiliki konsentrasi berkisar 60 sampai 99 persen. Alkohol berkadar 70 persen adalah yang terbaik untuk membunuh virus dan mikroorganisme di permukaan. Gunakan alkohol dengan cara menyemprotkannya di atas benda dan pastikan agar tetap basah setidaknya selama 30 detik.

Top
You cannot copy content of this page