Holly Grounds Ciptakan Kemasan Mi yang Bisa Anda Makan

Reading time: 4 menit
holly grounds
Holly Grounds Ciptakan Kemasan Mi yang Bisa Anda Makan. Foto: Holly Grounds.

Kali ini kita kembali akan membahas inovasi dalam teknologi kemasan ramah lingkungan. Bagi Anda pecinta mi instan yang sering merasa bersalah karena sampah kemasannya, inovasi dari Holly Grounds berikut membuka peluang kemasan mi instan yang lebih berkelanjutan di masa depan. 

Untuk anak-anak indekos atau Anda yang senang berhemat, pasti sudah akrab dengan mi instan. Makanan satu ini sering kali menjadi pilihan asupan ketika tanggal tua.

Namun, menyediakan banyak stok mi instan sama saja dengan menimbun sampah plastik. Produknya bisa Anda masak dan makan dalam waktu kurang dari 10 menit, tetapi kemasannya bisa memakan waktu 8 dekade untuk terurai. Solusinya? Kemasan mi yang dapat larut dan Anda makan dari Holly Grounds.

Mahasiswa desain produk, Holly Grounds, menggeser peran bungkus plastik dengan membuat invensi bungkus mi instan yang sudah berisi bumbu. Kemasannya terbuat dari bioplastik berbasis pati yang rasanya tawar dan larut dalam air mendidih, lalu dapat Anda makan.

holly grounds

Kemasan ini terbuat dari bioplastik berbasis pati yang rasanya tawar dan larut dalam air mendidih, lalu dapat Anda makan. Foto: Holly Grounds.

Terbuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan

Kemasan ini terbuat dari bahan-bahan yang mudah tersedia seperti tepung kentang, gliserin, dan air. Setelah tersegel dengan panas, film tersebut dapat menjaga mi kering tetap segar. Tetapi begitu bersentuhan dengan air mendidih, bungkusnya larut dalam waktu kurang dari satu menit.

Dengan bumbu dan perasa yang sudah ada di dalam kemasan itu sendiri, bungkusnya akan larut sebagai saus. Sedangkan bahan yang lebih besar seperti udang kering tersimpan di dalam bungkusan kertas terluar yang berlapis lilin.

“Saya dapat melakukan semua pengujian dan pembuatan di dapur saya karena prosesnya sangat sederhana,” jelas Grounds, yang baru saja lulus dari Universitas Ravensbourne, London.

holly grounds

Dengan bumbu dan perasa yang sudah ada di dalam kemasan itu sendiri, bungkusnya akan larut sebagai saus. Foto: Holly Grounds.

“Bahan-bahannya diblender dan dipanaskan sampai adonan memiliki ketebalan yang tepat. Pada tahap ini, saya menambahkan bumbu dan penyedap sebelum menuangkannya ke dalam cetakan yang diatur selama 24 jam.”

Film yang dihasilkan kemudian menjadi pembungkus balok mi kering. Holly Grounds menata mi dalam bentuk donat agar bisa matang lebih merata dan lebih pas jika masuk ke dalam mangkuk.

Untuk tujuan kebersihan, setiap paket tersimpan dalam kertas berlapis lilin.

Motivasinya membuat bungkus ini karena banyaknya siang dan malam yang ia habiskan untuk belajar sambil mengonsumsi ramen instan yang sering kali mengandung lebih banyak plastik daripada mi.

Dia menjadi sangat sadar akan ironi bahwa sebuah hidangan yang dirancang cepat saji namun berbalut kemasan yang membutuhkan waktu berabad-abad untuk terurai.

holly grounds

Film yang dihasilkan kemudian menjadi pembungkus balok mi kering. Foto: Holly Grounds.

Holly Grounds Menghindari Greenwashing

Bungkusnya yang dapat larut menjadi  alternatif plastik sekali pakai; serta pengganti bioplastik lain yang menurut Grounds sering kali tidak sesuai dengan gembar-gembor produsennya.

“Sementara alternatif plastik berbasis bio lain mengklaim dapat menjadi kompos atau biodegradable, dari sudut pandang konsumen tidak selalu sesederhana itu,” kata Grounds kepada Dezeen.

“Banyak dari film berbasis bio yang muncul hanya terurai dalam komposter industri pada suhu 50 derajat Celcius, sehingga sering berakhir di tempat yang salah tanpa konsumen benar-benar tahu bahwa film tersebut menyebabkan kerusakan pada planet ini.”

Untuk menghindari potensi greenwashing, Grounds membuat kemasan yang benar-benar menghilang di depan mata pengguna dan memberi mereka bentuk pertanggung jawaban yang nyata.

holly grounds

Bungkus ini dapat menjadi  alternatif plastik sekali pakai. Foto: Holly grounds.

Baca juga: Halo Baba: Beeswax Wraps untuk Kurangi Plastik Sekali Pakai

Waktu Penyajian Bungkus Holly Grounds yang Lebih Cepat

Grounds juga melakukan uji kecepatan memasak, untuk menantang gagasan bahwa plastik selalu menjadi pilihan yang lebih ramah pengguna.

Dia menemukan bahwa mi yang terbungkus plastik membutuhkan waktu satu menit lebih lama untuk proses persiapannya daripada yang terkemas dalam biofilmnya, karena proses yang memakan waktu untuk membuka dan mengosongkan saset bumbu yang terpisah-pisah.

“Kenyamanan telah menjadi bagian yang tak terhindarkan dari kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali mengorbankan lingkungan,” katanya.

holly grounds

Holly Grounds menata mi dalam bentuk donat agar bisa matang lebih merata dan lebih pas jika masuk ke dalam mangkuk. Foto: Holly Grounds.

“Masalahnya adalah dunia tidak hanya menghadapi tumpukan plastik yang tumbuh pesat tetapi juga sikap apatis yang bertumbuh lebih besar. Itulah mengapa penting bagi saya untuk membuat pilihan yang nyaman menjadi pilihan yang berkelanjutan. Jika pilihan cepat untuk makanan atau camilan ramah lingkungan, konsumen dapat membantu planet ini bahkan mungkin tanpa menyadarinya.”

Semoga makin banyak opsi alternatif untuk menggantikan sampah yang memuncak di tempat pembuangan sampah dan tumpah ke lautan, ya.

Penulis: Agnes Marpaung

Sumber:

Dezeen

Website Holly Grounds

Top
You cannot copy content of this page