Kantor Ramah Lingkungan dari Rumah yang Terabaikan

Reading time: 2 menit
Kantor ramah lingkungan karya Studio 102. Foto: inhabitat.com

Di bagian barat laut Hanoi, Vietnam, terdapat rumah kembar yang kosong. Studio 102 adalah firma arsitektur yang menjadikan rumah tersebut sebagai proyek eksperimennya dan berhasil mengubahnya menjadi tempat tinggal sekaligus ruang kerja. Proyek ini merupakan pesanan dari Mein Garten, sebuah firma konsultan desain.

Keunikan dari proyek transformasi rumah ini terletak pada cara para perancang bangunan tersebut mengurangi pemakaian energi di dalam bangunan dan menggunakan barang-barang bekas yang didaur ulang untuk mengurangi biaya renovasi.

Mein Garten sendiri adalah sebuah firma konsultan dan desain yang kerjanya fokus pada arsitektur lansekap dan perkebunan. Mereka sedang mencari tempat kerja yang profilnya menggambarkan branding perusahaan dalam hal desain. Mereka juga menginginkan sebuah tempat kerja yang memiliki kedekatan tertentu dengan alam. Pada saat mereka menemukan rumah kembar yang tidak terurus di Trung Hoa – Nhan Chinh New Urban Park, firma tersebut menyukainya. Mein Garten memutuskan untuk menyerahkan proses desain renovasinya pada Studio 102.

Kantor ramah lingkungan karya Studio 102. Foto: inhabitat.com

Kantor ramah lingkungan karya Studio 102. Foto: inhabitat.com

Studio 102 membongkar banyak bagian berupa dinding untuk menghasilkan hubungan yang kuat di antara ruang-ruangnya dan menjadikan ruang-ruang di dalam bangunan ini menjadi semi-terbuka. Dinding bercat putih mendominasi ruang-ruang kerja di dalam desain bangunan ini, yang ternyata menghasilkan lingkungan kerja yang menyenangkan dengan struktur ruang yang tidak kaku. Berbagai elemen pendukung seperti air, beranda, teras dan jalur untuk berjalan semakin membawa penghuninya semakin dekat ke alam dan sesama penghuni lainnya.

Arsitek bangunan ini menggunakan panel Durawood untuk menutup banyak bagian dari rumah dan mengurangi konsumsi energinya. Sementara itu, penggunaan bahan bekas, ventilasi alami dan optimalisasi pencahayaan alami semakin membantu tim arsiteknya untuk mengurangi biaya konstruksi.

Penulis: NW/G15

Top
You cannot copy content of this page