Lebah Madu, Menunjukkan Arah Lewat Tarian

Reading time: 3 menit
lebah madu
Lebah madu. Foto: pixabay.com

Dari dulu manusia menggunakan madu untuk pemanis alami pada makanan dan minuman, pengobatan, dan masker kecantikan. Madu adalah zat manis yang dihasilkan oleh serangga dari nektar bunga. Madu memiliki tekstur yang menyerupai sirup berupa cairan kental dengan rasa yang manis. Cairan (nektar) yang dihasilkan oleh bunga yang terdiri dari gula kompleks dan sekitar 80% air. Rasa manis madu diperoleh dari monosakarida, fruktosa dan glukosa.

Lebah madu merupakan serangga yang berperan dalam menghasilkan madu. Serangga ini mengubah nektar yang dihasilkan tanaman menjadi madu yang akan disimpan dalam sarang lebah. Saat mencari nektar, lebah juga membantu penyerbukan bunga yang penting dalam rangkaian proses perkembangbiakan tanaman. Selain memproduksi madu, lebah madu juga memproduksi royal jelly, bee pollen dan propolis.

Pohon-pohon dan tebing-tebing batu yang sangat tinggi menjadi pilihannya untuk membangun sarang. Sarang yang dibangun oleh lebah madu mulai dari satu sisir (single comb) hingga membangun banyak sisir.

Seperti pada lebah madu hutan Apis Dorsata, sarang lebah mereka berbentuk sisiran yang menggantung di dahan pohon, tebing batu atau gua. Apis Dorsata atau sering dijuluki ‘giant bees’ memiliki bentuk tubuh yang besar dan dapat menjelajah hingga radius 3 km. Apis Dorsata merupakan lebah asli dari Asia Tenggara dan Asia Selatan. Lebah ini sangat cocok sekali untuk di budidayakan di Indonesia yang notabene adalah negara tropis.

Namun banyak perbedaan pendapat diantara para pakar lebah madu sendiri mengenai jumlah spesies yang ada. Perbedaan pendapat ini disebabkan karena besarnya variasi geografis sebaran lebah madu.

Sampai akhir dekade 1980, para pakar lebah madu sepakat bahwa lebah madu hanya terdiri dari satu genus, Apis, dengan empat spesies: A.florea, dorsata, mellifera, dan cerana. Di Indonesia paling sedikit mempunyai lima jenis lebah madu A. andreniformis, dorsata, cerana, koschevnikovi, dan nigrocincta (dikutip dalam review jurnal Biodiversitas, Hadisoesilo (2001)).

lebah madu

Lebah madu. Foto: pixabay.com

Serangga sosial

Lebah merupakan serangga sosial seperti semut dan rayap, yang artinya hidup berkelompok dengan jumlah individu yang sangat banyak, dan membuat sarang. Di dalam sarang terdapat seekor ratu (queen) yang berjenis kelamin betina, ratusan ribu lebah pekerja betina (workers), dan ratusan lebah pejantan (drones).

Selama hidupnya lebah pekerja melakukan berbagai macam tugas, seperti mengasuh dan memberi makan kawanannya, membersihkan dan membangun sarang madu, merekapun mencari tepung sari dan nektar hingga mereka tua bahkan sampai akhir hidupnya. Kekuatan lebah mampu membawa beban seberat 300 kali berat tubuhnya.

“Peran setiap lebah dalam sarang ditentukan oleh sinyal kimia yang mengubah cara kerja gen tertentu dalam otak mereka,” ujar Andrew Feinberg, peneliti dari Johns Hopkins University dan Arizona State University (dikutip dari laman Tempo.co).

Karena hidupnya yang berkelompok maka penting bagi mereka untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Cara komunikasi lebah madu pun sangatlah unik. Penelitian oleh seorang professor zoologi Jerman, Karl von Frisch, yang berjudul The Dance Language and Orientation of Bees atau “Tarian sebagai Bahasa dan Orientasi Lebah”, diterbitkan pada tahun 1967 yang telah berkontribusi selama beberapa dekade tentang bagaimana lebah madu melakukan komunikasi (dikutip dari laman biology-oflife.blogspot.co.id).

Lebah yang melakukan tarian adalah lebah yang baru saja kembali ke sarang setelah mencari makanan. Menurut beberapa sumber informasi, maksud dari tarian tersebut ialah untuk memberitahu lebah-lebah lain akan letak makanan. Terdapat beberapa tarian yang dilakukan oleh lebah madu untuk mengisyaratkan letak makanannya. Salah satu tarian yang terkenal disebut “Tarian Goyangan” atau ‘Waggle Dance’.

Waggle Dance’ merupakan sebuah bentuk komunikasi visual yang dilakukan oleh lebah untuk memberitahu koloni lebah pekerja lainnya terkait dengan posisi serbuk sari bunga. Pola tariannya tampak seperti angka delapan (8) yang dilakukan berulangkali. Dengan cara ini, lebah pekerja yang telah terlebih dahulu menemukan serbuk sari dapat langsung memberitahukan para lebah pekerja lain. Untuk mengetahui jarak sasaran (serbuk sari bunga) ditentukan oleh banyaknya jumlah goyangan.

lebah madu

Penulis: Sarah R. Megumi

Top