Candi Borobudur dan Prambanan Ikut Galakan Gerakan Earth Hour

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: pixabay.com

Jakarta (Greeners) – Candi Borobudur dan Prambanan, dua situs warisan budaya dunia di Indonesia, turut serta menjadi bagian dari pelaksanaan aksi global untuk perubahan iklim, Earth Hour. Hadir di tahun kedelapan, Earth Hour kali ini mengusung tema global “Shine A Light on Climate Action“. Partisipasi dua ikon besar Indonesia ini diharapkan mampu menjadi simbol komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Direktur Pemasaran dan Kerjasama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), Ricky SP Siahaan mengatakan bahwa warisan budaya dunia seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, nantinya tidak akan luput dari dampak perubahan iklim. Oleh karena itu, Candi Borobudur dan Candi Prambanan pun ingin berpartisipasi dan menjadi bagian dari gerakan Earth Hour untuk turut menyiarkan pentingnya perubahan gaya hidup sebagai salah satu cara memenuhi komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Candi Borobudur telah ikut berpartisipasi pada acara Earth Hour sebagai bentuk komitmen tentang perilaku hemat energi yang sudah dilakukan,” kata Ricky seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Jakarta, Minggu (20/03).

Partisipasi Candi Borobudur dan Candi Prambanan pada Earth Hour 2016 ini didukung penuh oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero), Balai Konservasi Borobudur dan Prambanan, serta UNESCO. Perayaan Earth Hour di Candi Borobudur dipusatkan di Lapangan Aksobya sejak pukul 19.30 WIB dan diisi dengan beragam kegiatan pentas seni masyarakat sekitar Borobudur yang tergabung dalam program UNESCO.

Direktur dan Representatif UNESCO di Jakarta, Shahbaz Khan, mengatakan, UNESCO Climate Change Initiative telah mencakup kegiatan untuk memantau dampak dari perubahan iklim di situs-situs UNESCO antara lain Situs Warisan Dunia dan taman biosfer. Earth Hour yang diadakan oleh WWF di dua situs Warisan Dunia UNESCO dan merupakan ikon Indonesia, Candi Borobudur dan Candi Prambanan ini menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya pelestarian sumber daya alam dan budaya untuk generasi mendatang.

“Kami berharap bahwa acara ini akan meningkatkan kesadaran publik untuk lebih memahami, mencegah dan beradaptasi terhadap perubahan iklim,” tambah Shahbaz.

Sementara itu secara khusus, Iskandar M. Siregar selaku Kepala Seksi Konservasi dari Balai Konservasi Borobudur menyampaikan kalau Balai Konservasi Borobudur mendukung sepenuhnya kegiatan Earth Hour di Candi Borobudur.

Selain untuk memberikan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, partisipasi Candi Borobudur dalam Earth Hour juga diharapkan dapat semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian budaya secara lebih khusus, karena merupakan integritas yang tidak bisa dipisahkan dari Candi Borobudur sebagai Warisan Dunia (World Heritage) yang telah diakui oleh UNESCO sejak tahun 1991.

Dr. Efransjah, CEO WWF Indonesia mengatakan, perubahan iklim yang sedang terjadi saat ini merupakan ancaman nyata bagi kelestarian kekayaan alam, keanekaragaman hayati dan kelangsungan hidup bumi dan isinya. Earth Hour sendiri, kembali mengingatkan bahwa setiap diri masyarakat sebenarnya memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan, yang diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim.

“Setiap dari kita berkewajiban untuk berkontribusi dalam perubahan tersebut agar mampu menjamin anak-cucu kita masih bisa menikmati sumber daya dan kekayaan yang dimiliki bumi kita untuk kesejahteraan mereka,” pungkasnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top