Peringati HUT Jakarta, Warga Joglo Kelola Sampah B3

Reading time: 2 menit
Warga Kelurahan Joglo antusias mengelola dan mengumpulkan sampah B3 dari rumahnya. Foto: Ramadani Wahyu/Greeners

Jakarta (Greeners) – Warga RW 7, Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Sudin Jakarta Barat dan bank sampah setempat aktif mengumpulkan sampah bahan beracun dan berbahaya (B3) di Bank Sampah Siwali, Joglo, Jakarta Barat. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta mengurangi sampah dari sumbernya.

Bahkan memperingati HUT ke-495 Kota Jakarta, Pemprov DKI meluncurkan Pekan Gerakan Jakarta Sadar Sampah (PGJSS), 20-25 Juni 2022. Kegiatan ini melibatkan 2.743 RW di Jakarta.

Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Edy Mulyanto mengatakan, melalui amanat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gerakan ini ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat. Gerakan PGJSS utamanya menyasar sampah dari sumber dan masyarakat kumpulkan pada tingkatan paling rendah yaitu rukun warga (RW).

“Gerakan ini ingin mengurangi sampah langsung dari sumber yaitu rumah tangga. Kita tahu kondisi sampah di Bantar Gebang sudah sangat overload,” katanya kepada Greeners, Rabu (22/6).

Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2020 terkait dengan Pengelolaan Sampah Lingkungan RW juga memperkuat kegiatan ini. Terlebih saat ini, sambung dia terdapat Badan Pengelola Sampah RW (BPSRW) yang telah terbentuk di seluruh Jakarta.

Edy menekankan menekankan agar gerakan ini tak hanya berhenti selama sepekan, tapi berjalan terus secara berkelanjutan. “Bukan berarti berhenti kalau sudah sepekan. Tapi sebagai pembuka titik awal kita untuk menerapkan gaya hidup minim sampah,” ujar dia.

Ajakan pemilahan sampah ini dalam rangka peringatan HUT Kota Jakarta. Foto: Ramadani Wahyu/Greeners

Sampah B3 Butuh Penanganan Khusus

Saat Greeners meninjau kegiatan itu, Edy bersama-sama dengan warga RW 7, Kelurahan Joglo, Sudin Jakarta Barat dan Bank Sampah Siwali sedang memilah sampah B3.

Edy menyatakan, sampah B3 termasuk dalam kategori sampah yang membutuhkan penanganan khusus karena bahan kimia berbahaya di dalamnya. Beberapa contoh sampah B3 yaitu masker (bersifat infeksius), sampah elektronik, baterai bekas hingga botol-botol bekas obat nyamuk.

Oleh karenanya, terdapat petugas khusus yang tersebar di skala kecamatan beserta gerobak motor khusus untuk sampah B3.

“Dari lokasi RW dibawa gerobak motor ke TPS skala kecamatan lalu ke taman kota diangkut. Selanjutnya, akan diangkut ke dinas provinsi di Cililitan. Di sana sudah ada yang menampung untuk mengelola sampah B3 ini,” tuturnya.

Tak seperti sampah domestik jenis lain, khusus sampah B3 yang mengelola harus pihak-pihak berizin yang telah memiliki aturan standar operasional prosedur.

Ketua Bank Sampah Siwali Monica Anggraeni mengungkapkan, warga di lingkungan RW 7, Kelurahan Joglo telah memiliki kesadaran dalam memilah sampah, termasuk sampah B3. Sebagai bank sampah, ia berperan aktif mendorong dengan menjemput bola ke rumah masing-masing nasabah.

Bank Sampah Siwali juga berkomitmen tak mendiskriminasikan sampah dari nasabah. Termasuk sampah-sampah yang susah terolah, seperti kemasan sachet, mika dan styrofoam.

“Karena kami juga bekerja sama dengan vendor lain yang bisa mengolah sampah jenis itu. Yang pasti kami ingin sampah tak terbuang ke lingkungan,” imbuhnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top

You cannot copy content of this page