Sekolah Berkonsep Aman Bencana di Yogyakarta Diperluas

Reading time: 2 menit
Pelajar Indonesia harus mendapatkan haknya belajar di lingkungan yang aman dan tangguh bencana. Foto: Shutterstock

Jakarta (Greeners) – Melalui Program Ketangguhan dan Kemanusiaan, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) meluncurkan Program Provinsi Model Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Yogyakarta, Selasa (18/1). Program ini memperkuat sekolah sehingga tangguh terhadap bencana.

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi menyebut, sebanyak 52.902 sekolah berada di wilayah rawan gempa. Selain itu 54.080 sekolah ada di wilayah rawan banjir, dan 15.597 berada di wilayah rawan longsor pada tahun 2019.

Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti mengatakan, program ini merupakan wujud dukungan agar lingkungan belajar yang aman dapat tercipta bagi anak maupun tenaga pendidikan.

“Pengembangan Provinsi Model SPAB ini adalah bagian upaya untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman bagi anak maupun ekosistem satuan pendidikan di Yogyakarta dan daerah lainnya. Kami berharap, program ini dapat bermanfaat bagi peserta dan tenaga didik di Yogyakarta,” kata Dini.

Program ini menargetkan peningkatan kapasitas bagi guru dan tenaga pendidikan di 84 SMA, 100 orang muda dari organisasi kaum muda. Selain itu juga 200 fasilitator (50 % perempuan), dan 84.000 penerima manfaat tidak langsung hingga tahun 2025.

Yogyakarta menjadi wilayah program ini terimplementasi selama 18 bulan ke depan. Kemudian berlanjut ke Bali hingga tahun 2025. Yogyakarta dipilih karena telah memiliki sumber daya awal yang cukup untuk pengembangan Provinsi Model SPAB. Mulai dari regulasi, anggaran, dan fasilitas lokal dapat dikembangkan.

Peluncuran SPAB di Yogyakarta. Foto: Plan Indonesia

Sekolah Siaga Hadapi Potensi Bencana

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta Didik Wardaya mengungkapkan, pihaknya menyambut baik program yang Plan Indonesia selenggarakan ini.

“Program Plan Indonesia sangat membantu dalam mempersiapkan satuan pendidikan untuk menghadapi bencana mulai dari apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya,” ungkap Didik.

Plan International Hong Kong dan Prudence Foundation juga ikut mendukung program ini. Saat ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sedang mengembangkan SPAB di 35 SMA, SMK, dan SLB.

“Walaupun sudah ada 35 SMA/SMK/SLB yang mengimplementasikan SPAB namun belum mencukupi. Kita ingin lebih banyak lagi satuan pendidikan yang sadar akan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi bencana,” imbuhnya.

Anggota Dewan Pembina Yayasan Plan International Indonesia GKR Mangkubumi. Foto: Plan Indonesia

Lingkungan Belajar Nyaman Hak Anak

Anggota Dewan Pembina Yayasan Plan International Indonesia GKR Mangkubumi menuturkan, lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan merupakan hak anak.

Sehingga, semua pihak dari pemerintah, non pemerintah, maupun individu perlu bekerja bersama untuk mewujudkannya.

“Kita ingin agar anak-anak, terutama anak perempuan merasa aman dan tenang selama belajar di sekolah. Kita semua perlu saling mendukung, bekerja bersama untuk mewujudkannya di Yogyakarta ini,” tuturnya.

Melalui Program Provinsi Model SPAB, Plan Indonesia akan fokus pada sejumlah bidang di antaranya pengembangan indikator Provinsi Model SPAB yang akan tereplikasi ke provinsi lain.

Kemudian penguatan keterlibatan kaum muda pada implementasi dan monitoring SPAB, hingga penguatan kapasitas sekretariat bersama SPAB.

Penulis : Fitri Annisa

Editor : Ari Rikin

Top

You cannot copy content of this page