Berita Harian
Pasca Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengeluarkan surat edaran yang berisi penghentian penerapan plastik berbayar, penggunaan kantong plastik di ritel modern kembali melonjak tinggi.
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa pengerjaan eksplorasi pembangkit listrik panas bumi tidak akan mengancam ekosistem mata air di pegunungan.
Temuan lumba-lumba tanpa sirip atau Finless Porpoise di wilayah perairan Kubu Raya, Kalimantan Barat semakin membuktikan bahwa perairan Kubu Raya adalah habitat penting bagi mamalia laut.
Pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) terkait instrumen ekonomi lingkungan hidup yang akan menaungi pembentukan badan layanan yang berfungsi menampung dana bantuan atau hibah di sektor lingkungan.
Gunung Lemongan turut ditetapkan sebagai salah satu lokasi rencana eksplorasi panas bumi untuk kebutuhan energi nasional. Seperti halnya yang terjadi di Gunung Lawu, rencana ini juga mendapat penolakan dari warga.
Jambore Masyarakat Gambut berhasil memetakan beberapa permasalahan masyarakat yang hidup di wilayah gambut, diantaranya potensi komoditi, pendanaan dan konflik di lahan gambut.
Revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut dipastikan akan rampung minggu ini.
Masyarakat dari tujuh provinsi yang menjadi wilayah prioritas restorasi lahan gambut akan bertemu dan berdiskusi pada penyelenggaraan Jambore Masyarakat Gambut pada 5-7 November 2016.
Setelah meratifikasi Perjanjian Paris, kini Indonesia bersiap untuk mengimplementasikan perjanjian tersebut. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi masalah perubahan iklim.
Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan bahwa Indonesia saat ini sedang giat melakukan pengelolaan sampah menjadi sumber energi listrik untuk mengatasi masalah sampah.
Permen LHK tentang pengaturan program pengurangan penggunaan kantong plastik masih membutuhkan satu kali pertemuan dengan beberapa pemangku kepentingan untuk dirampungkan.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menilai bahwa hingga saat ini proyek listrik 35.000 MW ternyata masih belum memuaskan.
Meningkatnya La Nina dengan intensitas lemah, Dipole Mode negatif dan hangatnya suhu muka air laut di perairan wilayah Indonesia berdampak pada meningkatnya bencana hidrometeorologi di Indonesia.






































