Degradasi Mangrove di Jawa Barat Terus Terjadi

Reading time: 1 menit
Kondisi hutan mangrove di negeri ini semakin berkurang. Padahal data Strategi Nasional Pengelolaan Mangrove tahun 1999 menyatakan...

Bandung (3/12). Kondisi hutan mangrove di negeri ini semakin berkurang. Padahal data Strategi Nasional Pengelolaan Mangrove tahun 1999 menyatakan hutan mangrove di Indonesia dengan luas sekitar 4,5 juta ha adalah yang terluas di dunia. Di Provinsi Jawa Barat luas ribuan hektare hutan mangrovenya telah menghilang karena penebangan yang berlebihan. Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat jumlah lahan hutan mangrove yang berubah fungsi pada 2008 mencapai 1.993,17 juta ha.

Hal tersebut diungkapkan dalam Sosialisasi Pesisir dan Laut Jawa Barat di Bandung (2/12). Kegiatan ini merupakan agenda BPLHD Jabar untuk membahas kinerja Kelompok Kerja Mangrove Jawa Barat (Pokja Mangrove). Kegiatan selama dua hari ini selain diikuti oleh 11 kab/kota pesisir di Jawa Barat, juga dihadiri oleh praktisi lingkungan, akademisi, dan LSM.

Pokja Mangrove menyatakan salah satu wilayah yang mengalami degradasi hutan mangrove akibat perubahan fungsi lahan adalah Kab.Karawang dan Kab.Indramayu, yaitu 1.801,50 Ha dan 136,08 Ha.

Menurut Rudi Dungani, staf dosen dari Fakultas Kehutanan UNWIM Bandung yang hadir dalam acara tersebut, dalam mengelola ekosistem mangrove harus berdasarkan kajian sosiologi masyarakat pesisir. “Keterlibatan masyarakat menjadi modal dasar dalam pengelolaan lingkungan, khususnya ekosistem mangrove,” ujarnya

Dalam sosialisasi tersebut juga disepakati kesepahaman pengelolaan pesisir dan laut Jawa Barat antara pihak yang hadir. “Kesepahaman ini harus dilakukan dengan sosialisasi secara terpadu,” ujar Ketua Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Mitigasi BPLHD Jawa Barat, Dewi Nurhayati.

Top