Harimau Bercumbu Tertangkap Kamera, Pemerintah Diminta Peduli Populasi Harimau

Reading time: 2 menit
Foto: WWF Indonesia

Jakarta (Greeners) – Penangkapan momen langka terhadap sepasang harimau yang sedang saling mendekati untuk bercumbu oleh kamera jebak milik World Wide Fund (WWF) Indonesia yang terpasang di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Lampung, Sumatera merupakan pengingat bagi pemerintah untuk menjaga dan meningkatkan perlindungan yang lebih komprehensif di wilayah taman nasional dan sekitarnya.

Menurut keterangan resmi yang diterima oleh Greeners, Yob Charles, Project Leader WWF Program Bukit Barisan Selatan mengatakan bahwa momen langka tersebut seharusnya membuat pemerintah mau menjamin populasi harimau agar tetap stabil di wilayah tersebut. Selama tahun 2014 saja, tim gabungan WWF – TNBBS telah menyapu 80 jerat harimau dan dua senjata api ilegal di dalam wilayah TNBBS.

“Momen ini seharusnya meningkatkan kepedulian pemerintah dalam menjaga populasi harimau yang ada saat ini,” jelasnya, Jakarta, Rabu (13/05).

Di samping itu, anggota Forum Harimau Kita, Hariyo T Wibisono juga mengingatkan bahwa momen tertangkapnya gambar sepasang harimau tersebut bukanlah alasan untuk mengklaim kalau jumlah harimau sumatera mengalami peningkatan, baik dari sebaran maupun populasinya.

Menurutnya, populasi Raja Rimba tersebut cenderung malah mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Menurut catatan Forum Harimau Kita, pada tahun 1978 jumlah hewan dengan nama latin Panthera tigris sumatrae itu mencapai 1.000 ekor, kemudian tahun 1987 berkurang menjadi 500 ekor. Pun pada tahun1992, lanjutnya, populasi harimau sumatra hanya mampu bertahan sekitar 500 ekor dan terakhir pada tahun 2010 jumlahnya hanya tersisa 250 ekor.

“Populasinya itu terus menurun, jadi tidak tepat kalau momen penangkapan gambar sepasang harimau itu dikaitkan dengan jumlahnya yang membaik,” katanya.

Sebagai informasi, sebelumnya kamera jebak milik WWF yang terpasang di Lampung, Sumatera, menangkap momen langka dimana sepasang harimau sumatera sedang saling mendekati untuk bercumbu. Adegan yang terekam kamera pada pertengahan Desember 2014 lalu itu menunjukkan harimau sumatera jantan yang bertubuh lebih besar sedang mendekati harimau sumatera betina.

Dari perilaku keduanya yang masih malu-malu, bisa diindikasikan bahwa sepasang harimau ini baru saja bertemu. Perilaku ini, seperti mengeluarkan suara khusus merupakan sinyal positif untuk mengundang interaksi lebih lanjut.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page