Kemenko Maritim Bangun Sarana Wisata Bahari di Ancol

Reading time: 1 menit
Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Soesilo memimpin pertemuan dengan Direktur Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Taman Impian Jaya Ancol untuk membahas penguatan terhadap sarana peraga bahari di Ancol. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Untuk mengembangkan jiwa dan semangat bahari bangsa Indonesia, diperlukan adanya upaya bersama dan investasi besar berjangka panjang, utamanya dalam menggali akar budaya dan sejarah bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari dimasa lampau.

Untuk memperkenalkan pada masyarakat tentang akar budaya dan sejarah bahari Indonesia tersebut, Kementerian Koordinator Kemaritiman bekerjasama dengan Direktur Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Taman Impian Jaya Ancol sepakat untuk melakukan penguatan terhadap sarana peraga bahari di Ancol. Penguatan sarana ini dilakukan melalui renovasi koleksi ikan laut dalam dan koleksi ikan purba Coelacanth di Sea World.

Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Soesilo menyatakan bahwa dalam kerjasama ini dilakukan penambahan sarana di Sea World Ancol dengan koleksi harta karun dari kapal-kapal tenggelam di perairan Nusantara serta penempatan video hasil ekspedisi keindahan bawah laut Indonesia yang bekerjasama dengan Amerika dengan kapal riset Okeanos Explorer-nya.

“Nanti juga akan ada hasil Ekspedisi Palung Jawa sedalam 2.800 meter dan Program Kapal Selam Riset Indonesia-Jepang SHINKAI 6500. Bahkan saat ini, telah dimulai pula pembangunan Museum Kapal Perang di Ancol dan Ditjen Kebudayaan Kemendikbud akan segera memulai studi kelayakannya pada tahun 2015 ini,” ujarnya, Jakarta, Jumat (24/07).

Selain itu, dalam pertemuan tersebut pun telah diidentifikasi beberapa program kebaharian untuk segera diimplementasikan. Dirjen Kebudayaan Kemdikbud, Kacung Maridjan, menyampaikan beberapa program yang segera akan dilaksanakan tersebut antara lain menyusun “Jalur Rempah-Rempah Nusantara” (Nusantara Spice Route), yang membawa bangsa-bangsa Eropa hadir di Wilayah Kepulauan Nusantara pada abad 14.

“Sarana ini akan digunakan untuk pengembangan wisata bahari di masa depan,” katanya.

Melalui pertemuan ini juga dilaporkan perkembangan pembangunan situs dua Kerajaan Bahari Nusantara yang besar, yaitu Situs Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur dan Situ Kerajaan Sriwijaya di Muara Jambi telah siap untuk dikunjungi wisatawan pada tahun 2016 mendatang.

Penulis: Danny Kosasih

Top