Pemprov Bengkulu Bersama LIPI Kembali Teliti Kerusakan Ekosistem Pulau Tikus

Reading time: 2 menit
Bengkulu (Greeners) – Pemerintah Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bakal melanjutkan penelitian tentang kondisi ekosistem perairan Pulau Tikus, Kota Bengkulu. Asisten II Sekretaris Provinsi Bengkulu, Nasyah di Bengkulu mengatakan hasil penelitian terhadap perairan Pulau Tikus yang dilakukan Badan Badan Penelitian, Pengembangan dan Data Statistik Provinsi Bengkulu dengan LIPI belum lama ini menyebut terdapat  beragam penyebab kerusakan ekosistem pulau itu.
“Penelitian lanjutan sudah disiapkan, terutama untuk melihat dampak bongkar muat kapal batu bara di sekitar perairan pulau itu,” kata Asisten II Sekretaris Provinsi Bengkulu Nasyah di Bengkulu.
Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Data Statistik Provinsi Bengkulu, Diah Iryanti menjelaskan kerusakan ekosistem Pulau Tikus tidak semata akibat transit atau bongkar muat batu bara, tapi faktor alam juga berperan.  Dari hasil penelitian awal  yang telah diekspos oleh Balitbang dan LIPI pada 18 Desember 2012 di Kantor Pemprov Bengkulu, ekosistem Pulau Tikus rusak juga rusak akibat hempasan gelombang dan arus laut. “Terutama mengakibatkan abrasi di bagian Timur Pulau Tikus, tergerus akibat ganasnya gelombang samudra hindia,” lanjut Diah Iryanti.
Selain itu, hasil pengamatan yang dilakukan enam orang peneliti LIPI juga menyebutkan bahwa kerusakan terumbu karang belum melebihi ambang batas. Namun, dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan penurunan fungsi.Sedangkan pencemaran bahan kimia dan zat berbahaya lainnya belum ditemukan.
Hasil penelitian itu, kata Diah, akan menjadi dasar untuk menyusun tata ruang kelautan, terutama aktivitas bongkar muat kapal pengangkut batu bara.
Sebelumnya, enam orang peneliti LIPI melakukan pengamatan terhadap perairan Pulau Tikus pada November 2012. Pengamatan terhadap terumbu karang dan pengambilan sampel pasir, air dan karang dilakukan dengan menyelam ke dasar perairan itu.
Para pakar kelautan dan kimia dari LIPI menetapkan 10 titik pengamatan dan pengambilan sampel untuk mengetahui kondisi ekosistem Pulau Tikus.Tujuan utamanya untuk mengetahui kondisi ekosistem terutama terumbu karang perairan Pulau Tikus akibat berbagai aktivitas, terutama bongkar muat batu bara di sekitar perairan itu. Pulau Tikus dengan daratan kurang dari 2 hektare, berjarak 10 mil laut dari daratan Kota Bengkulu. (G20)

Top
You cannot copy content of this page